Kamis, 28 Desember 2017

Analisa Fundamental PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk.

Landmark Pluit
Artikel analisa fundamental dari blog Investment Student kembali lagi. Setelah sekian lama tidak menulis artikel analisa fudamental, tulisan sebelumnya Menajuh dari Mr. Market pun ternyata sudah sebulan yang lalu. Ternyata sebulan ini saya masih menjauh dari Mr. Market dan belum belajar saham lagi. Dan mungkin ke depannya saya masih menjauh dari Mr. Market dan jarang menulis artikel karena saya akan fokus untuk menyelesaikan kuliah yang semoga bisa selesai dalam satu semester ke depan. Amiin. Sebenarnya saat ini pun saya sedang belajar untuk persiapan meghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), tapi saya menyempatkan diri untuk menulis blog karena saya menemukan emiten yang cukup menarik dan saya senang untuk berbagi dengan para pembaca setia blog ini.

Emiten ini adalah salah satu perusahaan konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), saudara dari PT. Waskita Karya (Persero), Tbk. (WSKT), PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk. (WIKA), dan PT. Adhi Karya (Persero), Tbk. (ADHI). Perusahaan ini tidak hanya sekadar membangun proyek-proyek, tetapi juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang properti, energi, urban, presisi dan lain sebagainya. Di logo perusahaan ini pun terdapat tulisan "Construction & Investment". Mungkin kita pernah beberapa kali melihat logo ini dalam sebuah proyek.


Tentu saja investasi yang dilakukan oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk. (PTPP) ini berkaitan dengan bidangnya. Nama perusahaan ini Pembangunan Perumahaan, tapi bukan hanya perumahan saja yang dibangun, proyeknya bermacam - macam, mulai dari gedung perkantoran, apartemen, sampai pembangkit listrik. Untuk informasi lebih lengkap mengenai PTPP silahkan kunjungi Website PTPP.

Model bisnis : konstruksi bangunan
Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi bangunan. Dan tidak hanya membangun infrastruktur seperti jembatan, jalan tol, dan lain-lain, perusahaan ini juga bergerak di bidang properti, energi, dan lain-lain yang masih dalam lingkup bisnisnya. Namun tentu yang menjadi bisnis utama adalah pembangunan infrastruktur. Dan sama seperti saudaranya, PTPP juga mendapatkan banyak proyek-proyek dari pemerintah yang sedang melakukan banyak pembangunan infrastruktur dimana-mana. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya pendapatan dan laba perusahaan.

PLTG Jayapura Kendari 100 MW
Bisnis konstruksi bangunan ini memiliki prospek yang bagus karena pembangunan infrastruktur di Indonesia masih minim dan pemerintah harus senantiasa mengembangkan infrastruktur tersebut. Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infratruktur yang cepat dan merata mulai dari sabang sampai merauke. Ya jelas Pak Jokowi melakukan hal tersebut karena memang itu yang dibutuhkan. Tidak heran biaya hidup di Papua lebih mahal karena infrastruktur masih kurang bagus di sana. Oleh karena itu, jelas, pembangunan infrastruktur yang cepat dan merata harus dilakukan agar bisa memajukan ekonomi.

Tapi sebentar lagi akan datang masa Pemilu, bagaimana kalau Presiden Jokowi tidak melanjutkan jabatannya menjadi Presiden? Pembangunan infrastruktur akan melambat? Kalau urusan politik saya tidak paham. Tapi yang jelas Indonesia memang butuh percepatan pembangunan infrastruktur dan siapapun Presiden yang akan terpilih pada Pemilu 2019, saya yakin beliau akan memikirkan pembangunan infrastruktur juga dan itu memang harus dilakukan. Dan sampai kapanpun pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, oleh karena itu dalam jangka panjang perusahaan ini memiliki prospek yang bagus dan akan terus bertumbuh dengan baik.

Lalu, untuk PTPP sendiri, selama bertahun-tahun perusahaan ini telah mencatatkan kinerja yang baik. Pertumbuhan pendapatan dan laba serta ROE yang tinggi dan konsisten. Dan bagusnya lagi, PTPP selalu mencatatkan arus kas operasi yang positif tiap tahunnya. Tiap awal sampai kuartal ketiga di tiap tahunnya PTPP masih mencatatkan arus kas operasi yang negatif, tapi selalu ditutup dengan arus kas positif di akhir tahun. Konsistensi dalam kinerja dan arus kas positif yang dicapai oleh PTPP ini yang membuat saya tertarik.

Jembatan Siak, Riau
Namun, tahun ini saudara PTPP yaitu WSKT memiliki kinerja yang lebih fantastis. Pertumbuhan laba WSKT jauh lebih tinggi dari PTPP di tahun ini. Proyek-proyek yang dikerjakan WSKT lebih besar dan bergengsi. Marjin laba dan ROE WSKT pun lebih tinggi dari PTPP. Tapi sayangnya arus kas operasi WSKT jauh lebih negatif dari PTPP. Hutang WSKT pun juga lebih tinggi. Mungkin itu merupakan hal yang wajar karena selain WSKT dan PTPP memiliki sistem pembayaran yang berbeda, WSKT memang dibanjiri banyak proyek tahun ini sehingga harus banyak membiayai proyek-proyek tersebut dan dibayar belakangan (semoga dibayar secepatnya).

Mungkin dari sisi profitabilitas WSKT menjanjikan keuntungan yang jauh lebih besar dari PTPP. Tetapi satu hal yang saya pelajari adalah kita sebaiknya mengambil risiko moderat/sedang-sedang saja. Itu diajarkan oleh dosen saya ketika kuliah dan praktik kewirausahaan. Memang semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi potensi keuntungan. Tetapi ketika kita tidak bisa mengendalikan risiko tersebut, maka bukan mendapat keuntungan tinggi, justru kita akan mendapatkan risiko yang tinggi tersebut. Jika anda paham betul bisnis konstruksi dan anda seorang risk taker, WSKT bisa menjadi pilihan yang bagus. Tapi saya pribadi lebih senang dengan PTPP karena sebenarnya saya tidak terlalu dalam pemahamannya tentang seluk beluk bisnis di bidang ini. Jadi, saya lebih memilih PTPP dengan arus kas operasi yang positif dan kinerja yang konsisten memiliki tingkat risiko moderat yang masih bisa saya terima.

Manajemen
Untuk manajemen perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan saudara-saudaranya karena semuanya milik pemerintah. Tentunya kita percaya pemerintah akan terus memajukan perusahaan-perusahaan yang dimilikinya. Karena dengan majunya perusahaan-perusahaan BUMN maka akan semakin meningkatkan pendapatan untuk negara. Tapi secara khusus, pimpinan dari masing-masing perusahaan memiliki gaya tersendiri dalam memimpin perusahaannya.


Jika kita lihat dari rekam jejak selama beberapa tahun ke belakang, pimpinan WSKT dan PTPP memiliki gaya tersendiri dalam menjalankan perusahaan. Saya tidak terlalu paham secara detail bagaimana karakter dari masing-masing pimpinan. Tetapi jika dilihat dari kinerjanya, Direktur Utama WSKT, M. Choliq mungkin adalah seorang risk taker dan agresif. Proyek-proyek yang dikerjakannya bersifat turn key alias dibayar belakangan. Mungkin beliau berfikir, "yang penting dapet proyek banyak, urusan pembayaran bisa dipikir belakangan". Jadi, tidak heran kenapa WSKT mendapatkan banyak proyek, karena pemerintah senang bisa bayar belakangan. Dan uniknya, beliau juga memiliki saham WSKT dan beberapa kali menambah jumlah kepemilikan sahamnya.

Sementara Direktur PTPP, Tumiyana mungkin adalah seorang yang semi-agresif dan lebih berhati-hati. Proyek-proyek yang dikerjakannya tidak semua bersifat turn key dan tiap akhir tahun arus kas operasi selalu positif. Mungkin beliau berfikir, "kita harus konsisten mencetak kinerja yang lebih baik dan tetap menjaga kesehatan keuangan". Ya mungkin saja seperti itu, itu hanya imajinasi saya saja (entah fakta yang sebenarnya gimana, tapi mungkin intinya kurang lebih seperti itu) karena memang PTPP beberapa tahun ke belakang memiliki kinerja yang konsisten dengan arus kas operasi yang positif, sementara WSKT lebih agresif namun arus kas operasi negatif. Tapi kesamaan dari keduanya adalah mereka bergantung pada APBN karena proyek-proyek yang dikerjakan kebanyakan adalah proyek pemerintah.

Dirut PTPP menerima penghargaan Most Admired CEO in Construction 2017
Dan hal yang menarik lagi dari PTPP adalah informasi yang disampaikan pada Laporan Tahunan sangat bagus. Informasi yang disampaikan mulai dari kinerja keuangan, GCG, SDM, sampai CSR disampaikan dengan baik dan terbuka. Kinerja keuangan disampaikan dengan cukup mendetail. Di situ juga ada informasi mengenai perkembangan penilaian GCG, produktivitas SDM, dan juga rating pefindo dari tahun ke tahun yang semakin membaik. Mungkin itu hanya sekadar informasi sederhana yang tidak bisa menjadi patokan utama untuk menentukan apakah PTPP ini bagus atau tidak. Tapi informasi yang terbuka dan cukup mendetail tersebut menunjukkan bahwa manajemen memiliki intergritas yang baik.

Ya seperti itu kira-kira bagaimana manajemen PTPP. Namun ini hanya opini saya yang bersumber dari laporan tahunan. Karena untuk penilaian manajemen ini bersifat subjektif dan tidak mutlak. Semua manajemen pastinya memiliki kompetensi yang bagus. Dan selama tidak pernah terkena kasus tertentu dan terbukti bersalah, setiap manajemen memiliki integritas yang tinggi. Selanjutnya, mari kita bahas bagian yang objektif dan berdasarkan perhitungan.

Kinerja perusahaan
Berikut adalah bagaimana kinerja keuangan PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016 yang datanya diambil dari laporan keuangan PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016.

Yang pertama mari kita lihat bagaimana tingkat pertumbuhan, profitabilitas, dan efisiensi perusahaan.


Bisa kita lihat PTPP memiliki pertumbuhan laba yang bagus dengan Compunded Annual Growth Rate (CAGR) pertumbuhan laba dari tahun 2011 sampai 2016 sebesar 43,7% dan tingkat konsistensi pertumbuhan laba tersebut sebesar 94% yang artinya memang sangat konsisten dan tidak fluktuatif. Pertumbuhan penjualannya pun juga tinggi dan sangat konsisten dengan tingkat CAGR sebesar 27,5% dan tingkat konsistensi sebesar 97,6%. Ini adalah salah satu ciri perusahaan yang bagus. Tidak hanya memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi tetapi juga konsisten. Dengan tingkat konsistensi yang tinggi maka di masa yang akan datang tingkat pertumbuhan laba yang terus bisa dipertahankan dan bisa lebih mudah kita prediksi.

Dan tingkat profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam mencetak keuntungan pun cukup bagus. Tingkat pengembalian modal alias ROE rata-rata di atas 15%, hanya saja di tahun 2016 ROE menjadi 12,8% karena mendapat tambahan modal dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Sementara apabila dihitung dengan menggunakan ROE Clean Surplus dengan asumsi tidak ada tambahan modal, maka didapatkan ROE sebesar 32,2%.

Tingkat marjin PTPP cukup kecil. Marjin kotor sebesar 14,9% dan marjin bersih sebesar 6,2%. Memang rata-rata perusahaan konstruksi memiliki marjin yang kecil di bawah 10%. Tapi tidak masalah marjin kecil apabila tingkat penjualan tinggi dan terus meningkat. Dan bisa kita lihat ada peningkatan marjin PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016. Itu berarti selain penjualan meningkat, PTPP dapat menekan biaya sehingga keuntungan yang didapatkan semakin besar.

Selanjutnya kita lihat rasio likuiditas dan rasio hutang perusahaan.


Rasio kas PTPP yang sebesar 0,57 menunjukkan bahwa hutang jangka pendek lebih besar dari uang kas yang dimiliki PTPP. Uang kas cukup untuk membayar 57% hutang jangka pendek. Bisa dibilang ini kurang bagus karena hutang jangka pendek cukup banyak dan belum bisa ditutup dengan uang kas yang ada. Tapi dilihat dari rasio lancar sebesar 1,53 menunjukkan bahwa aset lancar dapat menutupi hutang jangka pendek. Jadi rasio likuiditas PTPP masih cukup bagus walaupun pas-pasan.

Sementara PTPP memiliki rasio total hutang dibanding total ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi sebesar 1,89. Artinya jumlah hutang perusahaan dua kali lipat dari jumlah ekuitas. Ini bisa dibilang kurang bagus. Mirip seperti WSKT, perusahaan konstruksi memang rata-rata memiliki hutang yang lumayan besar karena banyak proyek yang bersifat turn key sehingga apabila tidak memiliki cukup kas, maka perusahaan harus berhutang untuk membiayai proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Tapi apabila arus kas perusahaan terus tersendat dan terus menambah hutang, ini akan semakin berisiko untuk perusahaan.

Lalu mari kita lihat kondisi arus kas PTPP.


PTPP selalu mendapatkan arus kas operasi positif di tiap tahun. Ini merupakan hal yang bagus karena dengan lancarnya arus kas operasi maka akan melancarkan kegiatan operasional berikutnya. Lalu arus kas untuk investasi/belanja modal PTPP meningkat banyak di tahun 2016. Ini bisa merupakan hal yang bagus karena dengan belanja modal yang banyak, perusahaan mendapatkan aset-aset produktif baru yang dapat meningkatkan laba perusahaan. Sementara dari sisi arus kas untuk pendanaan atau pembayaran/perolehan hutang, PTPP memperoleh hutang cukup banyak. Jika kita lihat sebelumnya rasio kas yang kecil itu merupakan penyebab dari bertambahnya hutang PTPP karena memang uang kas yang ada tidak cukup untuk membiayai semua proyek yang dikerjakan sehingga harus menambah hutang. Jadi, arus kas PTPP agak berisiko dengan terus bertambahnya hutang namun masih aman karena arus kas operasi yang positif.

Perkembangan di tahun 2017
Kurang pas rasanya kalo kita membahas hanya sampai kinerja di tahun 2016. Selanjutnya kita bahas sedikit bagaimana kondisi PTPP di tahun 2017.

Kemang View Apartment
Berdasarkan laporan keuangan PTPP pada Q3 tahun 2017. PTPP berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 28,9% dibanding Q3 tahun 2016. Sementara laba bersihnya meningkat sebesar 54,2% dibanding Q3 tahun 2016. Lalu marjin bersih pada Q3 2017 adalah sebesar 7,4% dan ROE sebesar 13,9%. Ini menunjukkan kinerja PTPP yang semakin membaik di tahun 2017 dengan peningkatan laba bersih yang bagus dan juga profitabilitas meningkat.

Untuk rasio lancar di Q3 2017 sebesar 1,55 tidak jauh berbeda dengan Q3 2016. Sementara rasio hutang atau DER meningkat menjadi 2,19. Lalu arus kas pada Q3 2017 masih minus Rp. 1,5 Triliyun, namun minusnya ini masih lebih kecil dibandingkan dengan Q3 2016 yang minus sebesar Rp. 1,7 Triliyun. Kemungkinan besar di akhir tahun PTPP akan mendapatkan arus kas operasi yang positif.

Pembagian dividen
Sama seperti perusahaan BUMN lainnya, dividen selalu dibagikan tiap tahun dengan rasio pembayaran sebesar 20% - 30% dari laba bersih. Ini cukup bagus karena selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, kita juga bisa mendapatkan dividen tiap tahun dari perusahaan ini. Apalagi jika laba bersih terus menerus meningkat dan dividen yang dibagikan terus meningkat, jika dipegang dalam jangka panjang, maka rasio dividen akan semakin besar dibandingkan dengan harga saham ketika kita beli sahamnya. Jika dilihat dari konsistensi pertumbuhan laba bersih selama beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar dividen yang dibagikan akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan laba bersih.

Valuasi
Tahun 2017 ini cukup unik karena harga saham perusahaan konstruksi rata-rata mengalami penurunan yang cukup drastis. Untuk PTPP sendiri harganya turun dari sekitar RP. 3.800,- di awal tahun menjadi sekitar Rp. 2.500,- saat ini. Padahal laba bersih per saham (EPS) meningkat tajam. Mari kita lihat apakah harga saham PTPP sudah cukup undervalued apa belum.


Berdasarkan valuasi DCF, harga wajar dengan asumsi normal adalah sebesar Rp. 2.280,-. Dan dengan asumsi optimis harga wajarnya sebesar Rp. 2.880,-. Ini berarti harga saham saat ini masih pada batas wajarnya, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga wajar valuasi DCF. Dan jika dibandingkan dengan valuasi formula Graham, harga saham saat ini cukup undervalued dengan diskon 30% sampai 70%. Lalu rasio PEG sebesar 0,34 dengan asumsi tingkat pertumbuhan EPS sebesar 40%. Rasio tersebut menunjukkan bahwa harga saham PTPP saat ini masih murah jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan EPSnya.

Lalu di tabel yang bawah ada valuasi Clean Surplus. Valuasi tersebut menunjukkan bahwa harga saham PTPP dalam 5 tahun diprediksi akan meningkat sebesar 148% dan dalam 10 tahun akan meningkat sebesar 491% apabila variabel-variabel di masa yang akan datang sama atau mirip dengan asumsi variabel di tabel tersebut. Dengan tingkat konsistensi PTPP yang tinggi, kemungkinan besar peningkatan harga saham tersbut bisa tercapai.

Walaupun belum cukup undervalued, valuasi saham PTPP ini cukup menarik mengingat perusahaan ini termasuk dalam kategori growth stock dengan tingkat konsistensi pertumbuhan yang tinggi. Saham growth stock biasanya dihargai mahal, salah satu contohnya adalah UNVR yang walaupun valuasinya sudah mahal, harga sahamnya terus naik. Mungkin ini kesempatan untuk membeli saham growth stock dengan valuasi harga saham yang wajar.

Rumus sakti
Berdasarkan rumus sakti Joel Greenblatt, PTPP memiliki Earning's Yield (EY) sebesar 9,2% dan Return on Capital (ROC) sebesar 13,4%. Rasio tersebut cukup bagus karena di atas bunga deposito. Namun belum cukup tinggi karena tidak termasuk di peringkat teratas. PTPP ini termasuk kelompok menengah. Jadi saham ini masih lumayan bagus berdasarkan perhitungan rumus sakti.

Kesimpulan
Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut.

  1. Model bisnis yang bagus dan akan terus bertumbuh di masa depan. Proyek yang dikerjakan tidak semua bersifat turn key sehingga pendanaan proyek masih aman.
  2. Manajemen bersifat semi-agresif dan tetap hati-hati. Kinerja dan reputasi sudah tidak diragukan lagi.
  3. Pertumbuhan laba tinggi dan konsisten, marjin kecil tapi selalu meningkat setiap tahun. Posisi keuangan dan arus kas agak berisiko namun masih tergolong aman.
  4. Perusahaan selalu membagikan dividen sekitar 20% sampai 30% dari laba bersih. Arus kas selalu positif jadi pembagian dividen merupakan hal yang bagus.
  5. Perusahaan berada pada tingkat menengah berdasarkan rumus sakti.
Sekian untuk analisa fundamental kali ini. Perbandingan antara PTPP dan WSKT pada artikel ini hanyalah sekilas perbandingannya dan mungkin tidak lengkap. Untuk perbandingan 4 perusahaan BUMN konstruksi lebih lengkapnya, teman saya Timothy membahasnya dalam artikel ini : Komparasi BUMN konstruksi (ADHI vs PTPP vs WIKA vs WSKT). Artikel tersebut membahas lebih lengkap mengenai perbandingan 'empat sekawan' BUMN konstruksi.

Grand Sungkono Lagoon, Surabaya
Yang cukup mengherankan adalah laba bersih perusahaan konstruksi naik tapi harga sahamnya justru turun. Ini mungkin karena para investor khawatir dengan arus kas yang negatif. Dan ini bisa jadi merupakan kesempatan untuk membeli saham konstruksi. Karena memang beberapa tahun ke belakang valuasi saham-saham tersebut cukup mahal, dan saat ini valuasinya cukup menarik. Dan khusus PTPP ini, beberapa tahun ke belakang selalu menghasilkan arus kas operasi yang positif sehingga kemungkinan besar arus kas di tahun 2017 ini juga positif. Tapi pada dasarnya semua perusahaan konstruksi BUMN ini bagus semua dan memiliki prospek jangka panjang yang bagus, hanya saja masing-masing memiliki karakternya tersendiri.

Silahkan ambil keputusan berdasarkan analisa masing-masing. Artikel yang saya tulis ini hanya sebagai referensi saja dan bukan merupakan acuan utama dalam keputusan investasi anda. Silahkan berkomentar pada  kolom komentar di bawah atau anda bisa hubungi saya di kontak yang ada di pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.

Jumat, 24 November 2017

Menjauh dari Mr. Market


It's been a long time . . . .

Ya, sudah sangat lama saya tidak menulis artikel baru. Bukan hanya menulis, saya juga tidak memantau market alias pasar dan portofolio saya. Biasanya juga saya membaca buku tentang saham dan belajar saham dari sumber - sumber lainnya, tapi selama beberapa waktu kemarin saya tidak belajar saham sama sekali. Ya bisa dibilang saya 'menjauh dari pasar' untuk sementara waktu.

Awalnya saya menjauh dari pasar karena saya belajar untuk menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) di kampus. Waktu itu juga saya sempat menulis artikel baru tapi artikel tersebut masih 'mangkrak' dan belum selesai sampai sekarang. Ingin saya lanjutkan menulis tetapi saya merasa agak berat untuk menulis. Saya ingin membaca buku dan belajar tentang saham tapi kok rasanya jenuh. Ya, saya merasa penat pikiran saya dan merasa bosan karena saya belajar banyak hal yang menguras pikiran. Mulai dari belajar saham, belajar bisnis, belajar agama, dan belajar di kampus. Selain itu saya juga bersiap-siap akan menghadapi tugas akhir alias skipsi di semester depan nanti.


Dengan adanya rasa jenuh yang sudah mencapai klimaks tersebut, akhirnya saya refreshing melakukan beberapa hobi yang sudah lama tidak saya lakukan. Seperti bermain game online DOTA 2, RF Online, bermain kubus Rubik, dan jalan-jalan santai (jalan kaki bukan pakai kendaraan). Ya intinya seperti itulah. Saya lama tidak menulis artikel baru bukan karena sibuk ini itu melainkan saya sengaja refreshing untuk menyegarkan pikiran. Karena jika dipaksa menulis saat pikiran sedang penat justru hasilnya akan menjadi kurang bagus.

Ngomong-ngomong soal menjauh dari pasar, seorang investor tidak akan merugi jika dia tidak memantau pergerakan saham yang dia miliki. Seorang investor tidak akan kehilangan uangnya jika dia mengabaikan pasar untuk waktu yang lama. Bahkan investor yang sukses justru adalah investor yang bisa tidur nyenyak setelah membeli saham-saham yang menjadi pilihannya. Karena jika seorang investor telah melakukan penyaringan, analisa yang mendalam, dan menemukan saham-saham pilihan yang bagus untuk dipegang dalam jangka waktu panjang, dia pasti akan mendapatkan keuntungan yang cukup bagus dari saham-saham tersebut. Tidak peduli apakah harga saham tersebut turun dalam lalu naik lagi lalu turun lagi (fluktuatif) dalam jangka waktu tertentu, apabila saham yang dibeli adalah saham yang bagus dan dibeli pada harga yang murah, dalam jangka panjang saham tersebut akan memberikan keuntungan.


Ini sangat berbeda dari trader alias pedagang saham yang melakukan jual beli saham dalam waktu singkat, apalagi seorang day trader dan scalper yang membeli saham di pagi hari lalu menjualnya di sore hari pada hari yang sama. Tentu jika pedagang meninggalkan dagangannya (saham) sebentar saja, dia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Perbandingan antara investor dan trader saham hampir sama dengan perbandingan antara pebisnis dan pedagang pada bisnis riil. Seorang pedagang membeli barang dari supplier dan menjual dagangannya di pasar secara langsung oleh dirinya sendiri. Jika dia meninggalkan pasar maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Sedangkan seorang pebisnis membangun sebuah usaha, membangun sistem, merekrut karyawan, dan sebagainya. Yang menjalani bisnisnya adalah karyawan-karyawan dan pimpinan dari karyawan tersebut dan sudah ada sistem yang menangani segala kegiatan bisnisnya. Dia akan tetap mendapatkan keuntungan meskipun dia menjauh dari pasar. Walaupun dia memang harus tetap memantau bagaimana kinerja bisnisnya, tetapi pada dasarnya dia hanya tinggal duduk manis menunggu uang datang.


Ya begitu juga dengan trader saham, sama dengan pedagang biasa, dia membeli dan menjual saham hampir setiap hari. Memantau pergerakan saham dan mengambil keuntungan dari fluktuasi jangka pendek. Jika dia menjauh dari pasar maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Mungkin ada beberapa jenis trader yang tidak perlu memantau pasar setiap hari seperti trendfollower, position trader, dan swinger.  Yang saya maksud trader di sini adalah trader secara umum yang melakukan jual beli saham dalam jangka pendek sehingga memaksa mereka untuk memantau pasar setiap hari. Sedangkan seorang investor jangka panjang sama seperti pebisnis, dia melakukan usaha berat di awal, merintis portofolio, menyaring saham, melakukan analisa mendalam, dan sebagainya untuk mendapatkan saham-saham terbaik. Lalu sisanya tinggal mereka percayakan kepada manajemen perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Selama manajemen jujur dan bisnisnya berjalan dengan baik. Tidak akan ada masalah apa-apa jika investor menjauh dari pasar.

Saya sendiri sudah mengalami hal tersebut ketika saya sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa dan menjauh dari pasar. Dan ternyata justru saya mendapatkan keuntungan besar dari IBST. Saya sudah menganalisa IBST sebelumnya, dan pernah saya bahas di artikel Analisa Fundamental IBST. Itu adalah saham bagus yang harganya jauh dibawah harga wajarnya, bahkan saham sejenisnya memiliki PER yang tinggi, waktu itu PER IBST hanya sebesar 5,77 sedangkan saham lain di industri yang sama memiliki PER lebih dari 20. Lalu saya menjual saham tersebut dengan keuntungan 150%.


Namun sayangnya saya belum benar-benar menjadi investor sejati, saya belum menjadi investor cerdas, saya masih menjadi pemula yang bodoh. Saya menjual saham IBST terlalu cepat. Keuntungan 150% itu memang merupakan sebuah keuntungan besar. Saya membeli IBST di harga sekitar Rp. 1.900,- dan menjual di harga Rp. 4.800,-. Namun kita tahu bahwa saat ini harga saham IBST sekitar Rp. 9.000,- lebih. Jika saya masih memegang IBST sampai saat ini maka saya bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari keuntungan yang sudah saya dapatkan.

Selain itu, yang membuat saya merasa bodoh adalah saya terlalu plin plan. Saya banyak gonta-ganti saham. Saya beli saham EKAD, CEKA, dan KBLI untuk dipegang jangka panjang tapi malah saya ganti dengan saham lain yang saya pikir lebih bagus. Ya walaupun keputusan saya tidak salah. Menjual saham tersebut dan membeli saham MBSS dan MBAP, lalu kedua saham tersebut naik tajam. Tetapi tetap saja saya merasa masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam diri saya. Saya masih belum pantas disebut sebagai investor, investor cerdas, ataupun value investor sejati. Saya tidak bicara soal berapa banyak keuntungan yang didapat. Kalo bicara soal itu, saya bersyukur portofolio saya tumbuh lebih dari 50% sejak awal tahun sampai saat ini. Tapi saya bicara soal perilaku dan penerapan prinsip yang masih belum konsisten sebagai investor sejati. Itu juga yang menyebabkan saya harus refreshing sehingga bisa menyegarkan pikiran lalu kembali belajar menjadi investor sejati.


Ya seperti itu artikel kali ini. Mungkin tidak banyak sesuatu yang bisa anda dapatkan. Saya hanya sekadar menulis apa yang ada di kepala saya dan menceritakan sedikit pengalaman saya. Intinya adalah seperti judul artikel ini "Menjauh dari Mr. Market". Karena investor yang sukses adalah investor yang bisa tidur nyenyak. Dan saya ucapkan selamat berakhir pekan. Sebentar lagi juga akan ada libur natal dan tahun baru. Saya juga mengucapkan selamat bersiap-siap untuk berlibur. Mari kita menjadi investor cerdas, investor yang santai dan investor yang bisa tidur nyenyak.

Terima kasih.

Senin, 02 Oktober 2017

Analisa Fundamental PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk


Selain industri konstruksi bangunan yang sedang hangat diperbincangkan, sektor lain yang juga sedang hangat diperbincangan yaitu sektor pertambangan. Seperti yang saya ceritakan pada artikel Portofolio Saya : Belajar dan Terus Belajar bahwa saya mulai membeli saham di sektor industri pertambangan batubara. Analisa fundamental kali ini akan membahas salah satu saham dari sektor pertambangan batubara, yaitu PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk. (MBAP). Saham ini tidak banyak dibicarakan meskipun saham lain di industri pertambangan batubara sedang ramai diperbincangkan. Saya pun baru memperhatikan saham ini beberapa waktu yang lalu. Mari kita lihat bagaimana analisa fundamental saham MBAP ini.

Tentunya seperti biasa, DISCLAIMER pada setiap artikel yang ada di blog Investment Student selalu berlaku. Yang artinya kami tidak bermaksud untuk mengajak, meminta, atau memaksa para pembaca untuk membuat suatu keputusan tertentu dalam berinvestasi. Setiap informasi yang disediakan di blog ini hanya sebagai sarana pembelajaran dan berbagi pengetahuan untuk referensi para pembaca. Sehingga, blog Investment Student tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat dari keputusan yang dibuat oleh para pembaca. Kalau rugi, tanggung sendiri. Dan kalau untung nikmati sendiri.. Boleh  juga bagi - bagi jika anda berbaik hati, hehehe..

Untuk informasi lebih lengkap mengenai MBAP silahkan kunjungi Website MBAP.


Model bisnis : pertambangan batubara
Sebagai salah satu perusahaan di industri batubara, MBAP ini jarang diperbincangkan. Padahal perusahaan lain yang sejenis sering kali diperbincangkan. Seperti misalnya PT. Bumi Resources, Tbk. (BUMI) yang diibaratkan seperti saham sejuta umat, PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) , Tbk. (PTBA) yang menghadapi isu penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari PT. PLN (Persero) (tapi saya tidak mengikuti bagaimana beritanya), PT. Adaro Energy, Tbk. (ADRO), PT. Harum Energy, Tbk. (HRUM), dan perusahaan lainnya. Mungkin karena memang MBAP ini perusahaan yang baru Go Public di Bursa Efek Indonesia, sehingga MBAP ini ibarat dipandang sebelah mata oleh para investor. Tapi apakah yang dipandang sebelah mata itu selalu jelek? Belum tentu. Justru MBAP ini memiliki kinerja yang bagus, walaupun memang baru IPO dan data keuangan yang belum sampai 5 tahun belum cukup membuat yakin apakah MBAP ini memang perusahaan yang bagus atau tidak.


Industri pertambangan batubara ini merupakan bisnis yang mendasar dalam menyediakan kebutuhan manusia, yaitu sebagai salah satu sumber daya utama yang digunakan untuk pembangkit listrik. Sampai saat ini sebagian besar sumber energi listrik dihasilkan dari bahan bakar fosil, salah satunya batubara. Karakteristik dasar ini membuat industri batubara termasuk pada kategori bisnis komoditas. Yang artinya persaingannya sangat ketat dan sulit bagi perusahaan batubara untuk menaikkan harga jual. Perusahaan batubara tidak bisa melakukan strategi diferensiasi produk dan menaikkan harga, melainkan hanya bisa fokus kepada strategi pemangkasan biaya atau low-cost efficiency strategy. Sehingga umumnya perusahaan batubara tidak memiliki moat atau keunggulan kompetitif yang kuat yang dapat membuat posisi perusahaan semakin kuat dan bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu kriteria Warren Buffet dalam memilih saham adalah saham tersebut harus memiliki moat yang besar dan Warren Buffet cenderung menghindari saham komoditas. Jika mengacu pada kriteria Warren Buffet maka semua saham komoditas yang tidak memiliki moat atau keunggulan kompetitif yang bagus itu tidak layak untuk dimiliki dalam jangka waktu panjang. Termasuk saham - saham batubara yang disebutkan di atas dan MBAP sendiri. Saya pun awalnya beberapa kali melihat saham MBAP ini sepertinya menarik. Tetapi mengingat kriteria Warren Buffet yang menghindari saham komoditas, saya tidak mencari tahu lebih lanjut mengenai MBAP. Dan baru - baru ini saya mencari tahu lebih lanjut mengenai MBAP dan ternyata MBAP ini memiliki kinerja yang bagus. Sekilas, seperti ini perbandingan MBAP dengan beberapa saham batubara yang sudah disebutkan sebelumya. Saya mengambil data dari Aplikasi Online Trading Indo Premier.


Yang terlihat menonjol dari MBAP adalah Return on Equity (ROE) dan EV/EBITDA yang tinggi. Ini salah satu indikasi bahwa MBAP ini memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan sejenisnya. Selain itu sekilas kita bisa lihat MBAP ini murah valuasinya jika dilihat dari PER yang hanya sebesar 3,06.

Jadi, walaupun sebenarnya saham batubara ini tidak masuk dalam kriteria moat Warren Buffet, MBAP tetap terlihat menarik dengan ROE yang sangat tinggi. Memang pada dasarnya bisnis pertambangan ini bisnis yang sulit, kompleks dan banyak variabel yang mempengaruhi kinerja bisnisnya, termasuk Harga Batubara Acuan (HBA) dunia yang banyak berpengaruh terhadap marjin laba perusahaan batubara. Hal lain yang menarik dari MBAP adalah mereka mulai masuk ke bisnis pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan melalui anak usahanya. Nanti akan kita bahas lebih lanjut bagaimana kinerja dari MBAP ini.

Manajemen
Komisaris Utama perusahaan yaitu Ibu Yo Angela Soedjana yang menjabat sejak tahun 2016 memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya. Sebelumnya beliau menjabat posii Direktur Perusahaan sejak tahun 2011, Direktur PT. Baradinamika Mudasukses (2014 - 2016), General Manager PT. Hasil Bumi Kalimantan (2008 - 2010), Akuntan di Mondial Orient Limited (1992 - 2005) dan berbagai posisi strategis lainnya. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Keuangan dari Universitas Indonesia. Direktur Utama perusahaan adalah Bapak Ridwan yang menjabat sejak tahun 2016 memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang tambang batubara.Beliau bergabung dengan Baramulti Group sejak tahun 2013, sebagai General Manager PT Baramulti Sugih Sentosa, sekaligus sebagai Direktur Utama di beberapa entitas anak Baramulti Group (PT Sumber Kurnia Buana, PT Bumi Sekundang Enim Energi, dan PT Batu Alam Selaras). Sebelum bergabung dengan Baramulti Group, pengalaman profesional Ridwan pernah menjabat sebagai Project Manager PT Pamapersada Nusantara untuk lokasi tambang Arutmin KINTAP (2012-2013), BANPU, Kutai Barat (2007-2011), Deputy Project Manager untuk lokasi tambang BANPU, Bontang (2003-2007) dan posisi strategis lainnya. Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung.


Perusahaan mempunyai Visi : Menjadi korporasi terkemuka berbasis energi berkelanjutan, berstandar kualitas kelas dunia dan berkontribuasi terhadap pembangunan masyarakat. Dan MBAP ini mempunyai strategi yang bagus, mereka fokus untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan menekan biaya - biaya operasional. Ini merupakan strategi yang tepat pada bisnis komoditas seperti ini. Karena perusahaan tidak bisa meningkatkan harga jual, yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah bagaimana caranya menekan biaya operasional sehingga marjin yang didapatkan akan lebih tinggi. Salah satu optimalisasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan pemanfaatan jam kerja yang efektif untuk menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Dan perusahaan juga membangun fasilitas Coal Handling Facility (CHF) sehingga menurunkan biaya loading batubara sebesar 17,36%.


Selain itu, perusahaan juga memiliki sistem manajemen standar mutu yang baik dengan sertifikasi ISO 9001:2008 (Quality Management System), sistem manajemen lingkungan dengan sertifikasi ISO 14001:2004 (Environmental Management System), dan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (KKK) dengan sertifikasi OHSAS 18001:2007 (Occupational Health and Safety Mangement).

Perusahaan juga melakukan strategi diversifikasi usaha di bidang industri pembangkit listrik dengan energi terbarukan (Renewable Energy), pengusahaan hutan dan perkebunan energi sesuai dengan visi perusahaan yang ingin menjadi korporasi berbasis energi berkelanjutan. Ini merupakan hal yang bagus karena ke depannya cadangan batubara akan semakin menipis. Saat ini operasional utama masih di pertambangan batubara dan batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama di dunia. Namun ke depannya, secara perlahan tapi pasti, energi terbarukan akan digunakan lebih banyak lagi.

Kinerja perusahaan
Selanjutnya mari kita lihat bagaimana kinerja perusahaan selama 4 tahun terakhir. Data 4 tahun mungkin belum cukup untuk membuktikan kinerja perusahaan, paling tidak 5 tahun. Tetapi sudah ada laporan semester pertama di tahun 2017 hasilnya menunjukkan bahwa perkembangan di tahun 2017 sangat bagus. Jadi, data selama 4 tahun ditambah data baru di semester pertama tahun 2017 cukup membuktikan bagaimana kinerja MBAP.


Pertumbuhan laba dan penjualan MBAP cukup bagus. Penjualan tumbuh sebesar 12,8% per tahun dan Laba bertumbuh 66,3% per tahun, lebih baik dibandingkan pertumbuhan penjualannya. Tingkat konsistensi pertumbuhan laba perusahaan sebesar 72,9%. Terjadi penurunan laba di tahun 2016 karena memang kondisi yang tidak bagus untuk industri tambang batubara karena turunnya Harga Batubara Acuan (HBA). Tetapi MBAP masih bisa mempertahankan laba tidak turun terlalu drastis dan masih meningkatkan efisiensinya.

Laba yang bertumbuh lebih baik dari pertumbuhan penjualannya menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dan marjin perusahaan. Bisa kita lihat, marjin kotor perusahaan selalu meningkat setiap tahun. Bahkan di tahun 2016, di saat kondisi sedang memburuk perusahaan bisa meingkatkan marjin kotornya dan mempertahankan laba tidak turun drastis, marjin bersihnya turun tidak terlalu banyak, sekitar 1%.

Tingkat pengembalian terhadap modal atau Return on Equity (ROE) MBAP juga cukup bagus. Bahkan MBAP mampu mencapai tingkat ROE sebesar 57%. Tentunya ini angka yang fantastis. Namun perlu diperhatikan juga bagaimana konsistensi dari ROE ini. ROE MBAP fluktuasinya cukup tinggi, mengingat pertumbuhan labanya juga tinggi selama tahun 2013 - 2015, lalu turun di tahun 2016 dan ROE juga menurun. Tetapi di tahun 2016 pun ROE-nya masih termasuk tinggi sebesar 32,8%. Ini menunjukkan bahwa MBAP ini memiliki tingkat keuntungan atau profitabilitas yang tinggi. Ini yang membuat saya tertarik untuk membeli MBAP terlepas dari kriteria Warren Buffet soal menghindari saham komoditas.

Lalu kita lihat dari posisi keuangannya.


MBAP memiliki Aset Lancar yang banyak, 3,19 kali lipat dari Liabilitas/Hutang Jangka Pendek. Ini menandakan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih sehat dan mampu untuk menjalankan kegiatan operasionalnya dengan efektif.

Sedangkan Hutangnya pun sedikit, hanya 26% dari jumlah Modal/Ekuitas. Menandakan bahwa perusahaan masih sehat dan aman dari risiko terhadap hutang. Hutangnya kebanyakan adalah Hutang Jangka Pendek. Hutang Jangka Panjangnya hanya sedikit.

Lalu kita lihat dari sisi arus kas perusahaan.


Arus Kas Operasi MBAP sejak 2013 selalu positif dan mengikuti laba bersih perusahaan. Ini menandakan bahwa perusahaan benar - benar menerima uang dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan, yang selanjutnya laba tersebut dapat digunakan untuk kelancaran operasional perusahaan dan ekspansi perusahaan ke depannya.

Dan di sini bisa kita lihat, Arus Kas Untuk Investasi atau Belanja Modal perusahaan tidaklah besar, belanja modal terbesar ada di tahun 2013, selanjutnya belanja modal tidak terlalu besar. Ini menandakan bahwa perusahaan tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk mengembangkan perusahaannya. Menandakan bagaimana efektivitas dari bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.

Dan dari sisi Arus Kas Pendanaan, perusahaan menambah sedikit hutang di tahun 2013 dan 2014. Selanjutnya perusahaan membayar hutan - hutang perusahaan di tahun 2015 dan 2016. Ini menandakan bahwa perusahaan semakin aman dari ancaman terlilit hutang. Dan masih besar kesempatan perusahaan untuk menambah hutang apabila diperlukan dana yang besar untuk berekspansi.

Perkembangan di tahun 2017
Pada semester pertama di tahun 2017, laba bersih MBAP meningkat tajam, jika disetahunkan akan menghasilkan EPS sebesar USD 0,0559,- per saham atau Rp. 743,- per saham. Dan harga saham saat ini sekitar Rp. 2.380,- per saham dibagi dengan EPS disetahunkan tersebut akan menghasilkan PER hanya sebesar 3,2. Ini adalah PER yang sangat kecil dan menunjukkan bahwa harga saham MBAP ini masih undervalued. Walaupun rasio Harga dibanding Nilai buku/Ekuitas perusahaan sebesar 1,87 tidak termasuk dalam kategori murah. Tapi PBV yang tinggi ini wajar karena memang ROE perusahaan yang tinggi.


Sementara profitabilitas di tahun 2017 juga meningkat, dengan laba disetahunkan, marjin kotor sebesar 50,33%, marjin bersih sebesar 27,49%, dan ROE sebesar 59,48%. Angka - angka tersebut merupakan angka yang fantastis. Ini merupakan masa - masa terbaik perusahaan dan bisa jadi ke depannya tidak sebagus ini. Mungkin waktu yang lebih baik untuk membeli saham adalah pada saat terburuk atau pada saat - saat normal perusahaan. Tetapi kita tidak tahu apa dan bagaimana yang akan terjadi di masa depan. Untuk saat ini, saya masih merasa yakin untuk membeli saham MBAP di harga sekarang sampai pada level harga tertentu.

Dividen
Perusahaan mulai membagikan dividen sejak tahun 2014. Pada tahun 2016 perusahaan membagikan laba sebesar 45% dari modal. Dan pada tanggal 28 September 2017 kemarin saya menerima dividen dari MBAP sebesar Rp. 182,- per saham dan ini hanya dividen interim bukan dividen final yang artinya masih ada pembagian dividen lagi nanti untuk tahun buku 2017 ini. Hanya dividen interim tapi tingkat imbal hasil atau yield dari dividen interim tersebut sudah mencapai sekitar 8%. Untuk ukuran dividend yield itu merupakan yield yang sangat tinggi di atas rata - rata yield dividen saham lain yang berkisar antara 2% - 3%. Saya merasa beruntung karena sudah mulai melirik dan membeli saham ini sebelum pembagian dividen interim tersebut, sehingga saya masih sempat ikut merasakan keuntungan dari pembagian dividen.

Valuasi
Valuasi MBAP menjadi satu hal yang juga sangat menarik yang membuat saya ingin membeli saham ini. Karena memang valuasi merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam value investing. Sebuah saham akan semakin menarik jika harganya lebih rendah dari harga wajarnya. Dan seperti inilah valuasi saham MBAP.


Dengan valuasi Discounted Cash Flow pada asumsi normal, dengan EPS sebesar Rp. 335,- per saham, harga wajar perusahaan yaitu sebesar Rp. 4.721,- per saham. Dan asumsi pesimis yang digunakan menggunakan EPS tahun 2016 sebesar Rp. 294,- per saham menghasilkan harga wajar sebesar Rp. 2.465,- per saham. Lalu, jika menggunakan EPS tahun 2017 disetahunkan maka EPS-nya sebesar Rp. 700,- namun saya kurangi sedikit estimasi EPS disetahunkannya menjadi Rp. 536,- per saham dan harga wajarnya sebesar Rp. 7.051,- yang memberikan potensi keuntungan sebesar hampir 200%. Metode lain menunjukkan hal yang sama bahwa MBAP ini termasuk saham yang memiliki Margin of Safety (MoS) yang tinggi.

Sedangkan dari perhitungan Valuasi J. B. Farewell atau Clean Surplus Accounting menunjukkan potensi keuntungan 304% dalam 5 tahun dan 1.072% dalam 10 tahun. Target tersebut bisa tercapai apabila syarat - syarat ROE, laba ditahan, dan PER terpenuhi.

Rumus sakti
Saya menghitung rumus sakti dari laporan keuangan tahun 2016. Hasilnya Earning's Yield (EY) sebesar 15% dan Return on Capital (ROC) sebesar 39%. EY tersebut menunjukkan bahwa harga saham MBAP masih termasuk murah dan ROC tersebut menunjukkan bahwa MBAP menjalankan bisnis dengan tingkat keuntungan yang tinggi. Rasio keduanya menempatkan MBAP pada posisi teratas saham - saham yang saya pantau dan menunjukkan bahwa saham MBAP berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Kesimpulan
  1. Bisnis komoditas tidak memiliki moat yang bagus, tetapi sekilas MBAP terlihat lebih bagus dibandingkan perusahaan sejenis.
  2. Manajemen MBAP memiliki Visi yang bagus berkomitmen pada energi terbarukan. Strategi perusahaan yang fokus pada cost efficiency juga sangat bagus untuk diterapkan pada bisnis komoditas. Dan langkah MBAP untuk diversifikasi pada energi terbarukan merupakan langkah yang bagus.
  3. MBAP memiliki profitabilitas yang tinggi dan efisiensi yang selalu meningkat setiap tahun. Hutang sedikit, likuiditas yang baik, dan arus kas yang lancar menunjukkan bahwa perusahaan masih sehat dan memiliki poisi keuangan yang kuat.
  4. Pertumbuhan laba di tahun 2017 sangat fantastis, perusahaan mecapai kinerja terbaiknya saat ini. Walaupun ke depannya belum tentu sebagus ini, tetapi pertumbuhan saat ini menunjukkan kinerja perusahaan yang baik.
  5. Perusahaan membagikan dividen dengan yield atau imbal hasil tinggi yaitu  sekitar 8%. Bahkan itu hanya dividen interim bukan dividen final.
  6. Semua metode valuasi menunjukkan bahwa harga saham MBAP saat ini masih undervalued dan memiliki MoS yang cukup tinggi.
  7. Rumus sakti menunjukkan bahwa saham MBAP ini memiliki tingkat teratas dari saham yang saya pantau sehingga layak untuk dibeli.
Cukup sekian untuk artikel Analisa Fundamental kali ini. Semoga bisa menjadi referensi dalam keputusan investasi anda, namun bukan menjadi acuan utama, keputusan sepenuhnya berada di tangan masing - masing investor. Silahkan sampaikan komentar pada kolom komentar di bawah atau hubungi kontak saya yang berada di pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.

Minggu, 01 Oktober 2017

Portofolio Saya : Belajar dan Terus Belajar


Kali ini saya akan kembali membahas portofolio saya sesuai dengan rencana saya ingin menceritakan portofolio saya minimal tiga bulan sekali. Satu bulan yang lalu saya juga membahas portofolio saya di bulan Agustus dimana saya melakukan beberapa perubahan setelah mendapatkan keuntungan besar dari IBST. Sejak bulan Agustus kemarin ada beberapa perubahan lagi di porto saya. Beberapa saham keluar dari porto saya dan beberapa masuk ke porto saya. Ya sebagai investor jangka panjang seharusnya tidak perlu melakukan jual beli terlalu sering sebenarnya. Tetapi mungkin memang karena saya juga masih pemula dan masih harus banyak belajar, jadinya saya lumayan banyak melakukan perubahan, menjual suatu saham dan membeli saham lainnya.

Lalu bagaimana perubahan portofolio saya? Apa saja saham - saham pilihan yang masuk ke dalam portofolio saya dan bagaimana kinerja dari portofolio saya? Silahkan simak terus artikel ini.

Perubahan portofolio
Pada portofolio saya sebelumnya, saya membeli saham PT. Colorpak Indonesia, Tbk. (CLPI) dan PT. Agung Podomoro Land, Tbk. (APLN). Porsinya masing - masing lebih kecil dari saham - saham lain. Dan sekarang CLPI dan APLN sudah keluar dari portofolio saya. Ya sebenarnya dua saham tersebut bagus dan saya menjualnya bukan karena saham tersebut jelek, saya juga sudah membahas bagaimana Analisa Fundamental Saham CLPI dan CLPI itu memang bagus untuk dipegang dalam jangka panjang. APLN belum saya bahas di blog ini tapi APLN juga merupakan saham yang bagus. Saya jual kedua saham tersebut karena saya ingin menambah saham PT. KMI Wire and Cable, Tbk. (KBLI) yang harganya waktu itu semakin turun dan menarik untuk dibeli.


Dan ada hal yang baru di portofolio saya, saya mulai masuk ke sektor pertambangan dengan membeli saham perusahaan tambang batubara PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk. (MBAP). Sebelumnya saya tidak terlalu memperhatikan sektor pertambangan karena kriteria Warren Buffet yang menghindari saham di bisnis komoditas karena tidak memiliki moat yang membuat perusahaan dapat bersaing dan bertahan dalam jangka panjang. Walaupun begitu, saya tertarik untuk membeli saham MBAP karena memang kinerjanya bagus. Nanti saya akan membahas Analisa Fundamental Saham MBAP pada tulisan selanjutnya. Entah apakah keputusan saya ini bagus atau tidak, saya sudah yakin dengan analisa yang saya lakukan terhadap MBAP ini. Kalau nantinya saya merugi karena MBAP, saya paham alasan kenapa saya membeli MBAP dan saya akan mencari tau dimana letak kesalahannya. Saya harus belajar lagi dan lagi. Karena memang yang namanya belajar itu tidak akan ada habisnya sampai akhir hayat.

Saya juga menjual sebagian saham PT. Ekadharma Internasional, Tbk. (EKAD), PT. Wilmar Cahaya Indonesia, Tbk. (CEKA), dan KBLI. Saya menjual sebagian porsi dari ketiga saham tersebut untuk membeli MBAP dan PT. Mitrabahtera Segara Sejati, Tbk. (MBSS). Saya juga ingin lebih menyeimbangkan portofolio saya dan ingin lebih mendiversifikasi portofolio saya dengan memasuki industri tambang batubara dengan membeli MBAP dan industri perkapalan dengan membeli MBSS. Jika portofolio lebih seimbang dan terdiversifikasi dengan baik maka risiko yang dihadapi apabila satu atau dua saham memiliki kinerja yang tidak bagus, masih ada saham - saham lain yang bisa menutupi kerugian dari saham yang berkinerja tidak bagus tersebut.


Saham - saham pilihan
Dan inilah saham - saham pilihan kali ini. Saham - saham pilihan ini mungkin bisa jadi tidak terlalu bagus menurut pandangan orang lain. Pastinya portofolio saya masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak hal yang harus saya pelajari. Tetapi ya beginilah portofolio saya apa adanya.


Pada bulan - bulan sebelumnya, terdapat saham dengan porsi lebih dari 25% dari modal, bahkan saya sempat memegang hanya satu saham. Tapi sekarang saya berusaha untuk tidak membeli saham dengan porsi tidak lebih 25% dari modal, atau sebanyak - banyaknya jangan sampai melebihi 30% dari modal. Seyakin apapun kita terhadap suatu saham, jangan sampai kita mempertaruhkan seluruh modal kita pada satu saham. setidaknya kita harus punya 4 sampai 10 saham. Terlalu sedikit saham tidak bagus. Namun terlalu banyak saham juga tidak bagus. Yang terpenting kita harus menjaga keseimbangan pada portofolio kita.

Saham dengan porsi terbesar sebanyak 23% dari modal yaitu MBSS. MBSS adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan lebih spesifik untuk transportasi pengangkutan batubara. Jadi saham ini berhubungan dengan perusahaan tambang batubara seperti MBAP. Perusahaan ini mungkin bisa dibilang melenceng dari kriteria investasi Warren Buffet karena perusahaan ini masih mengalami kerugian sejak tahun 2015. Lalu kenapa saya membeli saham perusahaan yang sedang merugi? Ini karena saya tertarik dengan gap atau selisih antara harga saham dengan nilai buku atau ekuitas/modal per saham perusahaan.


Saya membeli saham MBSS pada harga Rp. 400,- per saham. Sementara nilai buku MBSS sebesar Rp. 1400,- per saham. Aset lancarnya pun sebesar Rp. 428,- per saham, masih lebih besar dari harga pembelian saya. Aset dalam bentuk kas dan setara kas sebesar Rp. 255,- per saham. Dalam buku The Intelligent Investor, Benjamin Graham menyebutkan salah satu saham (saya lupa saham apa) yang harganya tidak terlalu jauh dari uang kasnya. Dan apabila harganya turun, tidak mungkin lebih rendah dari uang kas per saham. Uang kas dan setara kas sebesar Rp, 255,- tersebut ibarat jaminan. Kalaupun perusahaan bangkrut, setidaknya sudah tersedia uang kas sebesar Rp. 255,- untuk dikembalikan kepada pemegang saham, belum termasuk aset - aset lainnya. Jadi harga saham MBSS yang sangat jauh di bawah nilai buku ini menarik untuk dimiliki, walaupun belum tentu layak untuk investasi jangka panjang. Selain itu harga batubara yang terus membaik membuat MBSS berpotensi untuk kembali mencetak laba. MBSS akan menjadi semakin bagus apabila berhasil mencetak laba. Nanti saya akan membahas bagaimana Analisa Fundamental Saham MBSS.

Lalu, EKAD sebagai saham yang sudah lama bertahan di portofolio saya, masih lumayan besar porsinya di portofolio saya. Walaupun sedikit berkurang jumlah sahamnya, tetapi masih saya pertahankan karena memang EKAD masih undervalued dan memiliki kinerja yang baik. Lebih lengkapnya saya sudah membahas EKAD pada artikel Analisa Fundamental EKAD.

Selanjutnya MBAP menjadi saham yang porsinya juga sama seperti EKAD. Karena memang MBAP ini memiliki kinerja yang bagus dan memiliki Margin of Safety (MoS) yang tinggi. Hal utama yang membuat saya membeli saham ini adalah karena Return on Equity (ROE) yang besar, rata - rata ROE MBAP adalah sekitar 30% - 50%. Selain itu harga batubara yang membaik juga membuat laba perusahaan meningkat drastis. Harga sahamnya yang murah juga membuat saham ini menarik untuk dibeli.

Lalu, KBLI juga memiliki porsi yang tidak jauh dengan EKAD dan MBAP. Saya sudah membahas KBLI pada artikel Analisa Fundamental KBLI. Saham ini masih undervalued dan memiliki moat yang cukup bagus. Jadi saham KBLI layak untuk dipegang dalam jangka panjang.

Yang terakhir adalah CEKA. Sebelumnya porsi CEKA lumayan banyak di porto saya. Tapi saat ini porsinya menjadi yang terkecil dibanding saham - saham lainnya. Ini karena kinerja saham CEKA kurang bagus pada semester awal tahun 2017. Tetapi masih saya pegang karena saya masih yakin terhadap prospek bisnis CEKA dalam jangka panjang.

Kinerja portofolio vs. IHSG
IHSG akhir - akhir ini bergerak naik turun dan selalu berusaha bergerak menembus Rp. 6.000,-. Portofolio saya pun juga bergerak naik turun dan selalu berusaha bergerak naik menghasilkan return yang tinggi. Dan seperti inilah perbandingan antara portofolio saya dengan IHSG selama 9 bulan terakhir.


Seperti itulah kinerja portofolio saya dan IHSG. Di masa - masa bullish ini, portofolio saya dan IHSG cenderung bergerak naik. Setiap hari berfluktuasi tetapi untuk saat ini masih cenderung bergerak naik alias uptrend. Pada masa - masa bullish ini investor biasanya memiliki kinerja yang baik karena harga saham secara umum cenderung bergerak naik. Walaupun beberapa saham di portofolio saya masih minus, tetapi secara keseluruhan portofolio saya cenderung bergerak naik dan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan IHSG. Tetapi pada masa bullish ini sebaiknya kita menyediakan sejumlah uang kas untuk bersiap - siap apabila nanti tiba - tiba terjadi krisis. Karena pada masa krisis, pasar saham menawarkan banyak saham yang harganya terdiskon dan itu merupakan kesempatan yang bagus untuk membeli saham.

Kita tidak akan pernah tau dan tidak mungkin kita tau apa yang akan terjadi di masa depan. Sebagian orang bilang IHSG sepertinya akan mengalami krisis sebentar lagi, sebagian lainnya mengatakan IHSG masih akan terus menanjak menembus angka Rp. 6.100,- atau bahkan bisa mencapai Rp. 10.000,-. Boleh saja kita memperkirakan bagaimana kondisi di masa depan. Tetapi kita harus fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini. Karena yang bisa kita kendalikan adalah kondisi saat ini, baik buruknya masa depan ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini. Oleh karena itu, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan selain berusaha keras dan senantiasa belajar dan terus belajar.


Mungkin selama 9 bulan ini, beberapa investor mengalami kerugian walaupun IHSG sedang bullish. Beberapa investor mungkin memiliki kinerja rata - rata setara dengan IHSG. Dan beberapa investor memiliki kinerja yang baik di atas rata - rata. Bagaimanapun keadaannya, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti belajar. Untuk yang mengalami kerugian, mereka bisa pelajari bagaimana kesalahan yang telah diperbuat dan berusaha memeperbaiki kesalahan tersebut. Bagi yang memiliki kinerja rata - rata, terus belajar dan evaluasi kinerja yang telah dihasilkan. Bagi yang memiliki kinerja di atas rata - rata pun harus tetap belajar dan tidak boleh jemawa. Pelajari lagi bagaimana keberhasilan dari strategi yang sudah dilakukan, pelajari juga hal - hal lain dan terus menambah wawasan.

Ngomong - ngomong, ada film animasi serial yang bagus apabila kita ingin mempelajari tentang bisnis dan investasi yaitu Secret Millionaires Club. Kita bisa menonton animasi serial tersebut di Website Secret Millionaires Club. Animasi serial itu menampilkan tokoh Warren Buffet yang pengisi suaranya adalah Warren Buffet sendiri, beserta 3 orang anak yang membuat klub yang mempelajari tentang bisnis dan investasi. Di setiap episode akan ada pelajaran - pelajaran penting tentang bisnis dan investasi. Film ini juga cocok ditonton anak kecil untuk mengajarkan bisnis dan investasi sejak dini. Pada setiap akhir acara, Warren Buffet selalu mengatakan sesuatu yang selalu terngiang - ngiang di kepala saya. Seperti ini perkataan yang selalu diucapkan oleh Warren Buffet di akhir acara.

taken from AZ Quotes
Dengan gaya bicaranya yang khas, Warren Buffet mengatakan "The best investment you can make, is an investment in yourself. The more you learn, the more you'll earn" yang artinya "Investasi yang terbaik yang bisa kamu ciptakan adalah investasi pada dirimu sendiri. Semakin banyak kamu belajar maka semakin banyak yang akan kamu hasilkan". Ucapan Warren Buffet tersebut selalu menempel di kepala saya sehingga mendorong saya untuk terus belajar dan belajar. Karena memang rejeki itu tidak datang sendiri kepada kita, melainkan kita harus menjemput rejeki yang terlah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Di pasar saham, cara terbaik dalam berinvestasi adalah dengan memahami dengan benar apa yang kita lakukan. Maka semakin baik pemahaman kita terhadap pengetahuan - pengetahuan bisnis dan investasi, akan semakin besar hasil yang kita dapatkan.

Cukup sekian untuk artikel kali ini. Mari kita terus semangat belajar dan belajar meningkatkan kapasitas diri kita setiap hari. Tidak hanya dalam berinvestasi, kita harus senantiasa mempelajari hal apapun dalam hidup. Dan semoga artikel kali ini, dan semua artikel yang ada di blog Investment Student ini bisa bermanfaat menjadi salah satu referensi yang bisa menambah sedikit pengetahuan dan wawasan untuk para pembaca. Saya juga selalu menerima kritik, saran, dan masukan apapun untuk meningkatkan kualitas blog ini dan untuk meningkatkan kapasitas diri saya pribadi.

Terima kasih.

Selasa, 26 September 2017

Analisa Fundamental PT. Colorpak Indonesia, Tbk.


Sesuai permintaan dari salah seorang pembaca beberapa waktu yang lalu, saya akan membahas saham PT. Colorpak Indonesia, Tbk. (CLPI). Pada tulisan sebelumnya tentang Portofolio Saya, saham CLPI merupakan salah satu saham pilihan yang masuk di porto saya. Tetapi saat ini sudah saya jual karena saya membeli KBLI yang waktu itu harganya turun dan membuat saya tertarik untuk membeli lagi KBLI. Mungkin ke depannya saya akan melakukan buyback pada saham CLPI.

Apakah saham CLPI ini memiliki fundamental yang bagus? Apakah saham ini layak untuk masuk ke dalam portofolio atau tidak? Mari kita bahas bagaimana Analisa Fundamental CLPI ini. Untuk informasi lengkap mengenai CLPI silahkan kunjungi Website CLPI.



Model bisnis : produsen tinta cetak
CLPI ini bergerak di bidang manufaktur tinta cetak. Mereka memproduksi tinta cetak, pelapis, perekat, dan perdagangan perlengkapan cetak lainnya seperti BOP Film dan PET Film. Pada dasarnya perusahaan ini memproduksi tinta untuk perlengkapan percetakan dan pengemasan. Jadi CLPI berkaitan dengan industri grafika. Kemasan makanan dan kemasan - kemasan lainnya membutuhkan produk tinta cetak dari CLPI untuk pewarnaan pada kemasan.


Bisa kita lihat bahwa banyak produk yang membutuhkan warna dalam kemasannya. Dan CLPI merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri tinta cetak yang menyediakan kebutuhan tinta untuk kemasan tersebut. Bisa dibilang bisnis CLPI ini selalu dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Karena tentu perusahaan ingin membuat kemasan yang bagus dan berwarna pada produknya agar produk tersebut dapat menarik minat konsumen untuk membeli produknya. Contoh, sebuah produk biskuit ingin dikemas dengan desain yang semenarik mungkin. Karena kita pastinya juga melihat bagaimana kemasan suatu produk sebelum membelinya, kita cenderung memilih produk dengan kemasan yang menarik. Nah, salah satu aspek desain dari kemasan tersebut adalah warna. Dan produsen biskuit tersebut membutuhkan tinta cetak dari CLPI untuk memberi warna yang menarik pada kemasan biskuit tersebut. Jadi, bisa dibilang model bisnis CLPI ini cenderung stabil dan banyak dibutuhkan dalam percetakan.

Tapi bagaimana posisi CLPI terhadap pesaingnya? Apakah CLPI memiliki keunggulan kompetitif yang dapat membuat bisnisnya terus bertahan dan berkembang dibandingkan dengan pesaingnya? Untuk perusahaan publik, CLPI ini satu - satunya perusahaan produsen tinta cetak yang sahamnya tercatat di bursa efek. Tapi mungkin banyak juga perusahaan produsen tinta cetak yang sahamya tidak tercatat di bursa efek. Saya tidak tahu bagaimana kondisi perusahaan pesaing CLPI. Tapi CLPI sendiri memiliki kapasitas produksi 15 sampai 20 ton per hari yang mewakili 10% dari pangsa pasar domestik. Penjualannya meliputi Pulau Jawa dan Sumatra untuk pasar domestik. Dan untuk pasar internasional, penjualan CLPI mencapai China dan Australia.


Bisnis CLPI ini memang bisnis yang pertumbuhannya tidak terlalu fantastis. Namun bisnis ini stabil dan cenderung bertumbuh beriringan dengan pertumbuhan perusahan - perusahaan yang membutuhkan tinta cetak. Dan kaitannya dengan persaingan, CLPI mungkin tidak memiliki kekuatan yang istimewa dari produk atau mereknya. Perusahaan yang membutuhkan tinta cetak tidak selalu datang ke CLPI untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi salah satu nilai tambah dari CLPI adalah mereka memiliki riset dan pengembangan yang bagus. Mereka terus melakukan riset untuk meningkatkan kualitas produknya. Dan juga posisi CLPI yang sudah lama berpengalaman di industri ini sejak tahun 1988. Bisa dibilang CLPI memiliki pelanggan setia karena kualitas produk CLPI selalu meningkat dan pelanggan percaya dengan CLPI yang sudah berpengalaman di industri ini.

Manajemen
Manajemen CLPI memiliki reputasi dan kompetensi yang baik. Komisaris Utama, Bapak Winardi Pranatajaya menjabat pada posisi tersebut sejak 1998. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Bumimulia Indah Lestari, PT Colorpak Flexible Indonesia dan PT Securindo Packtama Indonesia. Serta sebagai Presiden Direktur di PT Bukit Jaya Semesta. Beliau mendapatkan gelar MBA dari University of New South Wales, Australia. Dan Presiden Direktur CLPI adalah Bapak Santoso Jiemy yang menjabat sejak tahun 2001. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Colorpak Flexible Indonesia sejak bulan Mei 2010. Sebelumnya beliau bekerja sebagai System Engineer di PT Metrodata Indonesia. Beliau mendapatkan gelar Master of Science di bidang Electrical Engineering dari University of Missouri, Columbia, Amerika Serikat.


Perusahaan memiliki Visi menjadi perusahaan manufaktur tinta cetak fleksibel yang terkemuka di Indonesia dan secara regional di Asia-Pasifik, dengan memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder. Ini merupakan visi yang bagus. Jelas, spesifik dan cukup ambisius menargetkan tidak hanya pasar Indonesia, tetapi juga pasar Asia-Pasifik. Dan memberi nilai tambah kepada seluruh stkeholder, ini berarti perusahaan tidak hanya mementingkan manajemen dan karyawan saja, tetapi juga mementingkan kepuasan pelanggan, investor, pemerintah, dan semua pihak yang terkait. Walaupun hal tersebut hanya saya baca sekilas dari laporan tahunan dan belum melihat secara langsung, tetapi itu adalah hal positif dari manajemen yang bisa kita percaya dapat memajukan perusahaan.


Saya juga melihat bahwa perusahaan memiliki prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Prinsip ini merupakan prinsip yang bagus apabila diterapkan secara maksimal dan menyeluruh pada setiap aspek perusahaan. Contohnya, Jepang bisa sukses dan maju saat ini bukan karena mereka memiliki kekuatan besar atau sumber daya yang melimpah. Tetapi mereka bisa sukses karena mereka terus memegang erat prinsip continuous improvement atau kaizen dalam istilah Jepang. Terus melakukan perbaikan dan perkembangan dari hari ke hari, secara perlahan tapi pasti. Ini juga tercermin dari laporan keuangan CLPI yang akan dibahas di bagian berikutnya. Dan salah satu penerapan prinsip continuous improvement pada CLPI adalah dengan adanya riset dan pengembangan terhadap produk yang mereka produksi. Selain itu, mereka juga sedang memproses sertifikasi terbaru, yaitu sertifikasi ISO 9001:2015 dari yang tadinya ISO 9001:2008.

Kinerja perusahaan
Mari kita lihat bagaimana kinerja CLPI dari laporan keuangan selama 6 tahun terakhir.


Grafik laba CLPI terlihat berfluktuasi namun bertumbuh. Selama 6 tahun terakhir laba CLPI tumbuh rata - rata sebesar 22,9% per tahun dengan konsistensi sebesar 50%. Walaupun fluktuatif, tetapi CLPI tetap menghasilkan pertumbuhan yang bagus. Namun CLPI memiliki pertumbuhan penjualan yang tidak bagus dan cenderung stagnan.

Nah, di sini terlihat bahwa manajemen menerapkan continuous improvement pada perusahaan. Walaupun penjualan cenderung stagnan, tetapi pertumbuhan laba bersihnya cukup bagus. Ini berarti manajemen berhasil meningkatan efisiensi pada operasional perusahaan yang meningkatkan marjin perusahaan. Terlihat yang awalnya marjin kotor perusahaan hanya sebesar 7,1% dan marjin laba sebesar 4,4%. Pada tahun 2016 marjin kotor meningkat menjadi 20,4% dan marjin bersih menjadi 9,8%. Itu merupakan peningkatan marjin yang bagus dan ke depannya memungkinkan perusahaan untuk tumbuh semakin baik. ROE perusahaan pun cukup baik dan stabil, menunjukkan bahwa CLPI ini cukup profitable.

Lalu, kita lihat dari posisi keuangan.


Rasio Lancar menunjukkan angka sebesar 3,25 dan Hutang dibanding Ekuitas (DER) sebesar 0,32 yang berarti perusahaan hanya punya sedikit hutang dan keadaan keuangan perusaahan bagus dan sehat.

Dari sisi arus kas juga perusahaan memiliki arus kas yang positif dan lancar sehingga bisnis dapat terus berjalan dengan baik.

Perkembangan di tahun 2017
Penjualan CLPI menurun menjadi Rp. 300 miliyar pada Q2 2017 dibanding Rp. 364 miliyar pada Q2 tahun 2016. Laba bersih juga menurun menjadi Rp. 25 miliyar dibanding Rp. 43 miliyar di tahun sebelumnya. Kondisi keuangan masih sehat dengan rasio lancar sebesar 2,5 dan DER sebesar 0,43.

Dividen
Perusahaan selalu membagikan dividen tiap tahun dengan rata - rata 30% dari laba bersih. Imbal hasil dividen atau dividen yield CLPI juga besar. Dividen yang dibagikan kemarin sebesar Rp. 103,- per saham dibandingkan harga saham Rp. 1.000,- maka dividen yield-nya adalah sebesar 10%. Ini tingkat yang sangat tinggi dan jauh di atas dividend yield rata - rata dan juga di atas bunga deposito.

Untuk info lebih lanjut mengenai dividend hunter, teman saya juga menyediakan analisa tentang dividen. Anda bisa baca di Dividen Hunter : CLPI oleh Timothy.

Valuasi
Dan berikutnya adalah valuasi CLPI.


Pada valuasi di atas. Estimasi laba normal menggunakan hasil dari EPS semester pertama yang disetahunkan atau dikali dua. Hasilnya sebesar Rp. 166,- per saham. CLPI sendiri menargetkan laba bersih sebesar 57 miliyar rupiah atau Rp. 186 per saham. Ya perusahaan memprediksi laba akan menurun di 2017 dibanding tahun 2016. Walaupun laba diprediksi menurun, bisa kita lihat harga wajarnya masih tinggi sebesar Rp. 2.300,- dibanding harga pasar sebesar Rp. 1.000,- dan sehingga memberikan diskon lebih dari 50% atau potensi capital gain sebesar 130%. Valuasi lain juga menunjukkan hal yang sama. Harga saham CLPI termasuk dalam kategori undervalued atau lebih rendah dari harga wajarnya.

Sementara dari perhitungan Valuasi Clean Surplus, dengan rata - rata ROE sebesar 19,5%, laba ditahan 11% dan PER sebesar 4,7, estimasi harga dalam 5 tahun adalah sebesar Rp. 1.835,- atau naik 83% dan estimasi harga dalam waktu 10 tahun adalah sebesar Rp. 3.512,- atau naik sebesar 251%. Kenaikan harga tersebut terlihat kurang menarik. Namun apabila PER dapat meningkat akan memberikan kenaikan harga yang lebih tinggi lagi.


Rumus sakti
Berdasarkan perhitungan rumus sakti. Earning's Yield CLPI adalah sebesar 19,8% dan Return on Capital-nya sebesar 19,6%. Keduanya menunjukkan bahwa CLPI memiliki tingkat yang bagus dari perhitungan rumus sakti. Dan CLPI ini termasuk dalam peringkat teratas rumus sakti versi saya.

Kesimpulan.
Jadi, kesimpulannya adalah sebagai berikut.
  1. Model bisnis CLPI cukup bisa dipahami dan cenderung stabil. Dan posisi CLPI cukup bagus sebagai salah satu pemimpin pasar.
  2. Manajemen memiliki reputasi dan kompetensi yang bagus. Visi, misi dan strategi yang bagus serta prinsip continous improvement dapat memajukan perusahaan.
  3. Pertumbuhan perusahaan cukup fluktuatif, penjualan stagnan tapi laba terus meningkat karena peningkatan efisiensi. Profitabilitas cukup tinggi dan stabil. Kondisi keuangan sehat.
  4. Perusahaan mengalami penurunan di tahun 2017. Dan target perusahaan pun lebih rendah dari tahun 2016.
  5. Perusahaan selalu membagikan dividen dengan tingkat dividen yield yang tinggi.
  6. Perusahaan memiliki tingkat yang bagus berdasarkan rumus sakti.
  7. Perusahaan termasuk dalam kategori undervalued dengan diskon lebih dari 50%.
Cukup sekian untuk artikel kali ini. Walaupun saya sedang tidak memegang saham ini namun saya suka dengan CLPI terutama dari valuasinya yang murah dan juga dividen yield-nya yang tinggi. semoga bermanfaat dan silahkan berikan komentar pada kolom komentar atau bisa hubungi kontak saya pada pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.