Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Desember 2017

Analisa Fundamental PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk.

Landmark Pluit
Artikel analisa fundamental dari blog Investment Student kembali lagi. Setelah sekian lama tidak menulis artikel analisa fudamental, tulisan sebelumnya Menajuh dari Mr. Market pun ternyata sudah sebulan yang lalu. Ternyata sebulan ini saya masih menjauh dari Mr. Market dan belum belajar saham lagi. Dan mungkin ke depannya saya masih menjauh dari Mr. Market dan jarang menulis artikel karena saya akan fokus untuk menyelesaikan kuliah yang semoga bisa selesai dalam satu semester ke depan. Amiin. Sebenarnya saat ini pun saya sedang belajar untuk persiapan meghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), tapi saya menyempatkan diri untuk menulis blog karena saya menemukan emiten yang cukup menarik dan saya senang untuk berbagi dengan para pembaca setia blog ini.

Emiten ini adalah salah satu perusahaan konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), saudara dari PT. Waskita Karya (Persero), Tbk. (WSKT), PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk. (WIKA), dan PT. Adhi Karya (Persero), Tbk. (ADHI). Perusahaan ini tidak hanya sekadar membangun proyek-proyek, tetapi juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang properti, energi, urban, presisi dan lain sebagainya. Di logo perusahaan ini pun terdapat tulisan "Construction & Investment". Mungkin kita pernah beberapa kali melihat logo ini dalam sebuah proyek.


Tentu saja investasi yang dilakukan oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk. (PTPP) ini berkaitan dengan bidangnya. Nama perusahaan ini Pembangunan Perumahaan, tapi bukan hanya perumahan saja yang dibangun, proyeknya bermacam - macam, mulai dari gedung perkantoran, apartemen, sampai pembangkit listrik. Untuk informasi lebih lengkap mengenai PTPP silahkan kunjungi Website PTPP.

Model bisnis : konstruksi bangunan
Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi bangunan. Dan tidak hanya membangun infrastruktur seperti jembatan, jalan tol, dan lain-lain, perusahaan ini juga bergerak di bidang properti, energi, dan lain-lain yang masih dalam lingkup bisnisnya. Namun tentu yang menjadi bisnis utama adalah pembangunan infrastruktur. Dan sama seperti saudaranya, PTPP juga mendapatkan banyak proyek-proyek dari pemerintah yang sedang melakukan banyak pembangunan infrastruktur dimana-mana. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya pendapatan dan laba perusahaan.

PLTG Jayapura Kendari 100 MW
Bisnis konstruksi bangunan ini memiliki prospek yang bagus karena pembangunan infrastruktur di Indonesia masih minim dan pemerintah harus senantiasa mengembangkan infrastruktur tersebut. Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infratruktur yang cepat dan merata mulai dari sabang sampai merauke. Ya jelas Pak Jokowi melakukan hal tersebut karena memang itu yang dibutuhkan. Tidak heran biaya hidup di Papua lebih mahal karena infrastruktur masih kurang bagus di sana. Oleh karena itu, jelas, pembangunan infrastruktur yang cepat dan merata harus dilakukan agar bisa memajukan ekonomi.

Tapi sebentar lagi akan datang masa Pemilu, bagaimana kalau Presiden Jokowi tidak melanjutkan jabatannya menjadi Presiden? Pembangunan infrastruktur akan melambat? Kalau urusan politik saya tidak paham. Tapi yang jelas Indonesia memang butuh percepatan pembangunan infrastruktur dan siapapun Presiden yang akan terpilih pada Pemilu 2019, saya yakin beliau akan memikirkan pembangunan infrastruktur juga dan itu memang harus dilakukan. Dan sampai kapanpun pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, oleh karena itu dalam jangka panjang perusahaan ini memiliki prospek yang bagus dan akan terus bertumbuh dengan baik.

Lalu, untuk PTPP sendiri, selama bertahun-tahun perusahaan ini telah mencatatkan kinerja yang baik. Pertumbuhan pendapatan dan laba serta ROE yang tinggi dan konsisten. Dan bagusnya lagi, PTPP selalu mencatatkan arus kas operasi yang positif tiap tahunnya. Tiap awal sampai kuartal ketiga di tiap tahunnya PTPP masih mencatatkan arus kas operasi yang negatif, tapi selalu ditutup dengan arus kas positif di akhir tahun. Konsistensi dalam kinerja dan arus kas positif yang dicapai oleh PTPP ini yang membuat saya tertarik.

Jembatan Siak, Riau
Namun, tahun ini saudara PTPP yaitu WSKT memiliki kinerja yang lebih fantastis. Pertumbuhan laba WSKT jauh lebih tinggi dari PTPP di tahun ini. Proyek-proyek yang dikerjakan WSKT lebih besar dan bergengsi. Marjin laba dan ROE WSKT pun lebih tinggi dari PTPP. Tapi sayangnya arus kas operasi WSKT jauh lebih negatif dari PTPP. Hutang WSKT pun juga lebih tinggi. Mungkin itu merupakan hal yang wajar karena selain WSKT dan PTPP memiliki sistem pembayaran yang berbeda, WSKT memang dibanjiri banyak proyek tahun ini sehingga harus banyak membiayai proyek-proyek tersebut dan dibayar belakangan (semoga dibayar secepatnya).

Mungkin dari sisi profitabilitas WSKT menjanjikan keuntungan yang jauh lebih besar dari PTPP. Tetapi satu hal yang saya pelajari adalah kita sebaiknya mengambil risiko moderat/sedang-sedang saja. Itu diajarkan oleh dosen saya ketika kuliah dan praktik kewirausahaan. Memang semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi potensi keuntungan. Tetapi ketika kita tidak bisa mengendalikan risiko tersebut, maka bukan mendapat keuntungan tinggi, justru kita akan mendapatkan risiko yang tinggi tersebut. Jika anda paham betul bisnis konstruksi dan anda seorang risk taker, WSKT bisa menjadi pilihan yang bagus. Tapi saya pribadi lebih senang dengan PTPP karena sebenarnya saya tidak terlalu dalam pemahamannya tentang seluk beluk bisnis di bidang ini. Jadi, saya lebih memilih PTPP dengan arus kas operasi yang positif dan kinerja yang konsisten memiliki tingkat risiko moderat yang masih bisa saya terima.

Manajemen
Untuk manajemen perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan saudara-saudaranya karena semuanya milik pemerintah. Tentunya kita percaya pemerintah akan terus memajukan perusahaan-perusahaan yang dimilikinya. Karena dengan majunya perusahaan-perusahaan BUMN maka akan semakin meningkatkan pendapatan untuk negara. Tapi secara khusus, pimpinan dari masing-masing perusahaan memiliki gaya tersendiri dalam memimpin perusahaannya.


Jika kita lihat dari rekam jejak selama beberapa tahun ke belakang, pimpinan WSKT dan PTPP memiliki gaya tersendiri dalam menjalankan perusahaan. Saya tidak terlalu paham secara detail bagaimana karakter dari masing-masing pimpinan. Tetapi jika dilihat dari kinerjanya, Direktur Utama WSKT, M. Choliq mungkin adalah seorang risk taker dan agresif. Proyek-proyek yang dikerjakannya bersifat turn key alias dibayar belakangan. Mungkin beliau berfikir, "yang penting dapet proyek banyak, urusan pembayaran bisa dipikir belakangan". Jadi, tidak heran kenapa WSKT mendapatkan banyak proyek, karena pemerintah senang bisa bayar belakangan. Dan uniknya, beliau juga memiliki saham WSKT dan beberapa kali menambah jumlah kepemilikan sahamnya.

Sementara Direktur PTPP, Tumiyana mungkin adalah seorang yang semi-agresif dan lebih berhati-hati. Proyek-proyek yang dikerjakannya tidak semua bersifat turn key dan tiap akhir tahun arus kas operasi selalu positif. Mungkin beliau berfikir, "kita harus konsisten mencetak kinerja yang lebih baik dan tetap menjaga kesehatan keuangan". Ya mungkin saja seperti itu, itu hanya imajinasi saya saja (entah fakta yang sebenarnya gimana, tapi mungkin intinya kurang lebih seperti itu) karena memang PTPP beberapa tahun ke belakang memiliki kinerja yang konsisten dengan arus kas operasi yang positif, sementara WSKT lebih agresif namun arus kas operasi negatif. Tapi kesamaan dari keduanya adalah mereka bergantung pada APBN karena proyek-proyek yang dikerjakan kebanyakan adalah proyek pemerintah.

Dirut PTPP menerima penghargaan Most Admired CEO in Construction 2017
Dan hal yang menarik lagi dari PTPP adalah informasi yang disampaikan pada Laporan Tahunan sangat bagus. Informasi yang disampaikan mulai dari kinerja keuangan, GCG, SDM, sampai CSR disampaikan dengan baik dan terbuka. Kinerja keuangan disampaikan dengan cukup mendetail. Di situ juga ada informasi mengenai perkembangan penilaian GCG, produktivitas SDM, dan juga rating pefindo dari tahun ke tahun yang semakin membaik. Mungkin itu hanya sekadar informasi sederhana yang tidak bisa menjadi patokan utama untuk menentukan apakah PTPP ini bagus atau tidak. Tapi informasi yang terbuka dan cukup mendetail tersebut menunjukkan bahwa manajemen memiliki intergritas yang baik.

Ya seperti itu kira-kira bagaimana manajemen PTPP. Namun ini hanya opini saya yang bersumber dari laporan tahunan. Karena untuk penilaian manajemen ini bersifat subjektif dan tidak mutlak. Semua manajemen pastinya memiliki kompetensi yang bagus. Dan selama tidak pernah terkena kasus tertentu dan terbukti bersalah, setiap manajemen memiliki integritas yang tinggi. Selanjutnya, mari kita bahas bagian yang objektif dan berdasarkan perhitungan.

Kinerja perusahaan
Berikut adalah bagaimana kinerja keuangan PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016 yang datanya diambil dari laporan keuangan PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016.

Yang pertama mari kita lihat bagaimana tingkat pertumbuhan, profitabilitas, dan efisiensi perusahaan.


Bisa kita lihat PTPP memiliki pertumbuhan laba yang bagus dengan Compunded Annual Growth Rate (CAGR) pertumbuhan laba dari tahun 2011 sampai 2016 sebesar 43,7% dan tingkat konsistensi pertumbuhan laba tersebut sebesar 94% yang artinya memang sangat konsisten dan tidak fluktuatif. Pertumbuhan penjualannya pun juga tinggi dan sangat konsisten dengan tingkat CAGR sebesar 27,5% dan tingkat konsistensi sebesar 97,6%. Ini adalah salah satu ciri perusahaan yang bagus. Tidak hanya memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi tetapi juga konsisten. Dengan tingkat konsistensi yang tinggi maka di masa yang akan datang tingkat pertumbuhan laba yang terus bisa dipertahankan dan bisa lebih mudah kita prediksi.

Dan tingkat profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam mencetak keuntungan pun cukup bagus. Tingkat pengembalian modal alias ROE rata-rata di atas 15%, hanya saja di tahun 2016 ROE menjadi 12,8% karena mendapat tambahan modal dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Sementara apabila dihitung dengan menggunakan ROE Clean Surplus dengan asumsi tidak ada tambahan modal, maka didapatkan ROE sebesar 32,2%.

Tingkat marjin PTPP cukup kecil. Marjin kotor sebesar 14,9% dan marjin bersih sebesar 6,2%. Memang rata-rata perusahaan konstruksi memiliki marjin yang kecil di bawah 10%. Tapi tidak masalah marjin kecil apabila tingkat penjualan tinggi dan terus meningkat. Dan bisa kita lihat ada peningkatan marjin PTPP dari tahun 2011 sampai tahun 2016. Itu berarti selain penjualan meningkat, PTPP dapat menekan biaya sehingga keuntungan yang didapatkan semakin besar.

Selanjutnya kita lihat rasio likuiditas dan rasio hutang perusahaan.


Rasio kas PTPP yang sebesar 0,57 menunjukkan bahwa hutang jangka pendek lebih besar dari uang kas yang dimiliki PTPP. Uang kas cukup untuk membayar 57% hutang jangka pendek. Bisa dibilang ini kurang bagus karena hutang jangka pendek cukup banyak dan belum bisa ditutup dengan uang kas yang ada. Tapi dilihat dari rasio lancar sebesar 1,53 menunjukkan bahwa aset lancar dapat menutupi hutang jangka pendek. Jadi rasio likuiditas PTPP masih cukup bagus walaupun pas-pasan.

Sementara PTPP memiliki rasio total hutang dibanding total ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi sebesar 1,89. Artinya jumlah hutang perusahaan dua kali lipat dari jumlah ekuitas. Ini bisa dibilang kurang bagus. Mirip seperti WSKT, perusahaan konstruksi memang rata-rata memiliki hutang yang lumayan besar karena banyak proyek yang bersifat turn key sehingga apabila tidak memiliki cukup kas, maka perusahaan harus berhutang untuk membiayai proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Tapi apabila arus kas perusahaan terus tersendat dan terus menambah hutang, ini akan semakin berisiko untuk perusahaan.

Lalu mari kita lihat kondisi arus kas PTPP.


PTPP selalu mendapatkan arus kas operasi positif di tiap tahun. Ini merupakan hal yang bagus karena dengan lancarnya arus kas operasi maka akan melancarkan kegiatan operasional berikutnya. Lalu arus kas untuk investasi/belanja modal PTPP meningkat banyak di tahun 2016. Ini bisa merupakan hal yang bagus karena dengan belanja modal yang banyak, perusahaan mendapatkan aset-aset produktif baru yang dapat meningkatkan laba perusahaan. Sementara dari sisi arus kas untuk pendanaan atau pembayaran/perolehan hutang, PTPP memperoleh hutang cukup banyak. Jika kita lihat sebelumnya rasio kas yang kecil itu merupakan penyebab dari bertambahnya hutang PTPP karena memang uang kas yang ada tidak cukup untuk membiayai semua proyek yang dikerjakan sehingga harus menambah hutang. Jadi, arus kas PTPP agak berisiko dengan terus bertambahnya hutang namun masih aman karena arus kas operasi yang positif.

Perkembangan di tahun 2017
Kurang pas rasanya kalo kita membahas hanya sampai kinerja di tahun 2016. Selanjutnya kita bahas sedikit bagaimana kondisi PTPP di tahun 2017.

Kemang View Apartment
Berdasarkan laporan keuangan PTPP pada Q3 tahun 2017. PTPP berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 28,9% dibanding Q3 tahun 2016. Sementara laba bersihnya meningkat sebesar 54,2% dibanding Q3 tahun 2016. Lalu marjin bersih pada Q3 2017 adalah sebesar 7,4% dan ROE sebesar 13,9%. Ini menunjukkan kinerja PTPP yang semakin membaik di tahun 2017 dengan peningkatan laba bersih yang bagus dan juga profitabilitas meningkat.

Untuk rasio lancar di Q3 2017 sebesar 1,55 tidak jauh berbeda dengan Q3 2016. Sementara rasio hutang atau DER meningkat menjadi 2,19. Lalu arus kas pada Q3 2017 masih minus Rp. 1,5 Triliyun, namun minusnya ini masih lebih kecil dibandingkan dengan Q3 2016 yang minus sebesar Rp. 1,7 Triliyun. Kemungkinan besar di akhir tahun PTPP akan mendapatkan arus kas operasi yang positif.

Pembagian dividen
Sama seperti perusahaan BUMN lainnya, dividen selalu dibagikan tiap tahun dengan rasio pembayaran sebesar 20% - 30% dari laba bersih. Ini cukup bagus karena selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, kita juga bisa mendapatkan dividen tiap tahun dari perusahaan ini. Apalagi jika laba bersih terus menerus meningkat dan dividen yang dibagikan terus meningkat, jika dipegang dalam jangka panjang, maka rasio dividen akan semakin besar dibandingkan dengan harga saham ketika kita beli sahamnya. Jika dilihat dari konsistensi pertumbuhan laba bersih selama beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar dividen yang dibagikan akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan laba bersih.

Valuasi
Tahun 2017 ini cukup unik karena harga saham perusahaan konstruksi rata-rata mengalami penurunan yang cukup drastis. Untuk PTPP sendiri harganya turun dari sekitar RP. 3.800,- di awal tahun menjadi sekitar Rp. 2.500,- saat ini. Padahal laba bersih per saham (EPS) meningkat tajam. Mari kita lihat apakah harga saham PTPP sudah cukup undervalued apa belum.


Berdasarkan valuasi DCF, harga wajar dengan asumsi normal adalah sebesar Rp. 2.280,-. Dan dengan asumsi optimis harga wajarnya sebesar Rp. 2.880,-. Ini berarti harga saham saat ini masih pada batas wajarnya, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga wajar valuasi DCF. Dan jika dibandingkan dengan valuasi formula Graham, harga saham saat ini cukup undervalued dengan diskon 30% sampai 70%. Lalu rasio PEG sebesar 0,34 dengan asumsi tingkat pertumbuhan EPS sebesar 40%. Rasio tersebut menunjukkan bahwa harga saham PTPP saat ini masih murah jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan EPSnya.

Lalu di tabel yang bawah ada valuasi Clean Surplus. Valuasi tersebut menunjukkan bahwa harga saham PTPP dalam 5 tahun diprediksi akan meningkat sebesar 148% dan dalam 10 tahun akan meningkat sebesar 491% apabila variabel-variabel di masa yang akan datang sama atau mirip dengan asumsi variabel di tabel tersebut. Dengan tingkat konsistensi PTPP yang tinggi, kemungkinan besar peningkatan harga saham tersbut bisa tercapai.

Walaupun belum cukup undervalued, valuasi saham PTPP ini cukup menarik mengingat perusahaan ini termasuk dalam kategori growth stock dengan tingkat konsistensi pertumbuhan yang tinggi. Saham growth stock biasanya dihargai mahal, salah satu contohnya adalah UNVR yang walaupun valuasinya sudah mahal, harga sahamnya terus naik. Mungkin ini kesempatan untuk membeli saham growth stock dengan valuasi harga saham yang wajar.

Rumus sakti
Berdasarkan rumus sakti Joel Greenblatt, PTPP memiliki Earning's Yield (EY) sebesar 9,2% dan Return on Capital (ROC) sebesar 13,4%. Rasio tersebut cukup bagus karena di atas bunga deposito. Namun belum cukup tinggi karena tidak termasuk di peringkat teratas. PTPP ini termasuk kelompok menengah. Jadi saham ini masih lumayan bagus berdasarkan perhitungan rumus sakti.

Kesimpulan
Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut.

  1. Model bisnis yang bagus dan akan terus bertumbuh di masa depan. Proyek yang dikerjakan tidak semua bersifat turn key sehingga pendanaan proyek masih aman.
  2. Manajemen bersifat semi-agresif dan tetap hati-hati. Kinerja dan reputasi sudah tidak diragukan lagi.
  3. Pertumbuhan laba tinggi dan konsisten, marjin kecil tapi selalu meningkat setiap tahun. Posisi keuangan dan arus kas agak berisiko namun masih tergolong aman.
  4. Perusahaan selalu membagikan dividen sekitar 20% sampai 30% dari laba bersih. Arus kas selalu positif jadi pembagian dividen merupakan hal yang bagus.
  5. Perusahaan berada pada tingkat menengah berdasarkan rumus sakti.
Sekian untuk analisa fundamental kali ini. Perbandingan antara PTPP dan WSKT pada artikel ini hanyalah sekilas perbandingannya dan mungkin tidak lengkap. Untuk perbandingan 4 perusahaan BUMN konstruksi lebih lengkapnya, teman saya Timothy membahasnya dalam artikel ini : Komparasi BUMN konstruksi (ADHI vs PTPP vs WIKA vs WSKT). Artikel tersebut membahas lebih lengkap mengenai perbandingan 'empat sekawan' BUMN konstruksi.

Grand Sungkono Lagoon, Surabaya
Yang cukup mengherankan adalah laba bersih perusahaan konstruksi naik tapi harga sahamnya justru turun. Ini mungkin karena para investor khawatir dengan arus kas yang negatif. Dan ini bisa jadi merupakan kesempatan untuk membeli saham konstruksi. Karena memang beberapa tahun ke belakang valuasi saham-saham tersebut cukup mahal, dan saat ini valuasinya cukup menarik. Dan khusus PTPP ini, beberapa tahun ke belakang selalu menghasilkan arus kas operasi yang positif sehingga kemungkinan besar arus kas di tahun 2017 ini juga positif. Tapi pada dasarnya semua perusahaan konstruksi BUMN ini bagus semua dan memiliki prospek jangka panjang yang bagus, hanya saja masing-masing memiliki karakternya tersendiri.

Silahkan ambil keputusan berdasarkan analisa masing-masing. Artikel yang saya tulis ini hanya sebagai referensi saja dan bukan merupakan acuan utama dalam keputusan investasi anda. Silahkan berkomentar pada  kolom komentar di bawah atau anda bisa hubungi saya di kontak yang ada di pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.

Senin, 02 Oktober 2017

Analisa Fundamental PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk


Selain industri konstruksi bangunan yang sedang hangat diperbincangkan, sektor lain yang juga sedang hangat diperbincangan yaitu sektor pertambangan. Seperti yang saya ceritakan pada artikel Portofolio Saya : Belajar dan Terus Belajar bahwa saya mulai membeli saham di sektor industri pertambangan batubara. Analisa fundamental kali ini akan membahas salah satu saham dari sektor pertambangan batubara, yaitu PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk. (MBAP). Saham ini tidak banyak dibicarakan meskipun saham lain di industri pertambangan batubara sedang ramai diperbincangkan. Saya pun baru memperhatikan saham ini beberapa waktu yang lalu. Mari kita lihat bagaimana analisa fundamental saham MBAP ini.

Tentunya seperti biasa, DISCLAIMER pada setiap artikel yang ada di blog Investment Student selalu berlaku. Yang artinya kami tidak bermaksud untuk mengajak, meminta, atau memaksa para pembaca untuk membuat suatu keputusan tertentu dalam berinvestasi. Setiap informasi yang disediakan di blog ini hanya sebagai sarana pembelajaran dan berbagi pengetahuan untuk referensi para pembaca. Sehingga, blog Investment Student tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat dari keputusan yang dibuat oleh para pembaca. Kalau rugi, tanggung sendiri. Dan kalau untung nikmati sendiri.. Boleh  juga bagi - bagi jika anda berbaik hati, hehehe..

Untuk informasi lebih lengkap mengenai MBAP silahkan kunjungi Website MBAP.


Model bisnis : pertambangan batubara
Sebagai salah satu perusahaan di industri batubara, MBAP ini jarang diperbincangkan. Padahal perusahaan lain yang sejenis sering kali diperbincangkan. Seperti misalnya PT. Bumi Resources, Tbk. (BUMI) yang diibaratkan seperti saham sejuta umat, PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) , Tbk. (PTBA) yang menghadapi isu penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari PT. PLN (Persero) (tapi saya tidak mengikuti bagaimana beritanya), PT. Adaro Energy, Tbk. (ADRO), PT. Harum Energy, Tbk. (HRUM), dan perusahaan lainnya. Mungkin karena memang MBAP ini perusahaan yang baru Go Public di Bursa Efek Indonesia, sehingga MBAP ini ibarat dipandang sebelah mata oleh para investor. Tapi apakah yang dipandang sebelah mata itu selalu jelek? Belum tentu. Justru MBAP ini memiliki kinerja yang bagus, walaupun memang baru IPO dan data keuangan yang belum sampai 5 tahun belum cukup membuat yakin apakah MBAP ini memang perusahaan yang bagus atau tidak.


Industri pertambangan batubara ini merupakan bisnis yang mendasar dalam menyediakan kebutuhan manusia, yaitu sebagai salah satu sumber daya utama yang digunakan untuk pembangkit listrik. Sampai saat ini sebagian besar sumber energi listrik dihasilkan dari bahan bakar fosil, salah satunya batubara. Karakteristik dasar ini membuat industri batubara termasuk pada kategori bisnis komoditas. Yang artinya persaingannya sangat ketat dan sulit bagi perusahaan batubara untuk menaikkan harga jual. Perusahaan batubara tidak bisa melakukan strategi diferensiasi produk dan menaikkan harga, melainkan hanya bisa fokus kepada strategi pemangkasan biaya atau low-cost efficiency strategy. Sehingga umumnya perusahaan batubara tidak memiliki moat atau keunggulan kompetitif yang kuat yang dapat membuat posisi perusahaan semakin kuat dan bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu kriteria Warren Buffet dalam memilih saham adalah saham tersebut harus memiliki moat yang besar dan Warren Buffet cenderung menghindari saham komoditas. Jika mengacu pada kriteria Warren Buffet maka semua saham komoditas yang tidak memiliki moat atau keunggulan kompetitif yang bagus itu tidak layak untuk dimiliki dalam jangka waktu panjang. Termasuk saham - saham batubara yang disebutkan di atas dan MBAP sendiri. Saya pun awalnya beberapa kali melihat saham MBAP ini sepertinya menarik. Tetapi mengingat kriteria Warren Buffet yang menghindari saham komoditas, saya tidak mencari tahu lebih lanjut mengenai MBAP. Dan baru - baru ini saya mencari tahu lebih lanjut mengenai MBAP dan ternyata MBAP ini memiliki kinerja yang bagus. Sekilas, seperti ini perbandingan MBAP dengan beberapa saham batubara yang sudah disebutkan sebelumya. Saya mengambil data dari Aplikasi Online Trading Indo Premier.


Yang terlihat menonjol dari MBAP adalah Return on Equity (ROE) dan EV/EBITDA yang tinggi. Ini salah satu indikasi bahwa MBAP ini memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan sejenisnya. Selain itu sekilas kita bisa lihat MBAP ini murah valuasinya jika dilihat dari PER yang hanya sebesar 3,06.

Jadi, walaupun sebenarnya saham batubara ini tidak masuk dalam kriteria moat Warren Buffet, MBAP tetap terlihat menarik dengan ROE yang sangat tinggi. Memang pada dasarnya bisnis pertambangan ini bisnis yang sulit, kompleks dan banyak variabel yang mempengaruhi kinerja bisnisnya, termasuk Harga Batubara Acuan (HBA) dunia yang banyak berpengaruh terhadap marjin laba perusahaan batubara. Hal lain yang menarik dari MBAP adalah mereka mulai masuk ke bisnis pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan melalui anak usahanya. Nanti akan kita bahas lebih lanjut bagaimana kinerja dari MBAP ini.

Manajemen
Komisaris Utama perusahaan yaitu Ibu Yo Angela Soedjana yang menjabat sejak tahun 2016 memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya. Sebelumnya beliau menjabat posii Direktur Perusahaan sejak tahun 2011, Direktur PT. Baradinamika Mudasukses (2014 - 2016), General Manager PT. Hasil Bumi Kalimantan (2008 - 2010), Akuntan di Mondial Orient Limited (1992 - 2005) dan berbagai posisi strategis lainnya. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Keuangan dari Universitas Indonesia. Direktur Utama perusahaan adalah Bapak Ridwan yang menjabat sejak tahun 2016 memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang tambang batubara.Beliau bergabung dengan Baramulti Group sejak tahun 2013, sebagai General Manager PT Baramulti Sugih Sentosa, sekaligus sebagai Direktur Utama di beberapa entitas anak Baramulti Group (PT Sumber Kurnia Buana, PT Bumi Sekundang Enim Energi, dan PT Batu Alam Selaras). Sebelum bergabung dengan Baramulti Group, pengalaman profesional Ridwan pernah menjabat sebagai Project Manager PT Pamapersada Nusantara untuk lokasi tambang Arutmin KINTAP (2012-2013), BANPU, Kutai Barat (2007-2011), Deputy Project Manager untuk lokasi tambang BANPU, Bontang (2003-2007) dan posisi strategis lainnya. Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung.


Perusahaan mempunyai Visi : Menjadi korporasi terkemuka berbasis energi berkelanjutan, berstandar kualitas kelas dunia dan berkontribuasi terhadap pembangunan masyarakat. Dan MBAP ini mempunyai strategi yang bagus, mereka fokus untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan menekan biaya - biaya operasional. Ini merupakan strategi yang tepat pada bisnis komoditas seperti ini. Karena perusahaan tidak bisa meningkatkan harga jual, yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah bagaimana caranya menekan biaya operasional sehingga marjin yang didapatkan akan lebih tinggi. Salah satu optimalisasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan pemanfaatan jam kerja yang efektif untuk menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Dan perusahaan juga membangun fasilitas Coal Handling Facility (CHF) sehingga menurunkan biaya loading batubara sebesar 17,36%.


Selain itu, perusahaan juga memiliki sistem manajemen standar mutu yang baik dengan sertifikasi ISO 9001:2008 (Quality Management System), sistem manajemen lingkungan dengan sertifikasi ISO 14001:2004 (Environmental Management System), dan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (KKK) dengan sertifikasi OHSAS 18001:2007 (Occupational Health and Safety Mangement).

Perusahaan juga melakukan strategi diversifikasi usaha di bidang industri pembangkit listrik dengan energi terbarukan (Renewable Energy), pengusahaan hutan dan perkebunan energi sesuai dengan visi perusahaan yang ingin menjadi korporasi berbasis energi berkelanjutan. Ini merupakan hal yang bagus karena ke depannya cadangan batubara akan semakin menipis. Saat ini operasional utama masih di pertambangan batubara dan batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama di dunia. Namun ke depannya, secara perlahan tapi pasti, energi terbarukan akan digunakan lebih banyak lagi.

Kinerja perusahaan
Selanjutnya mari kita lihat bagaimana kinerja perusahaan selama 4 tahun terakhir. Data 4 tahun mungkin belum cukup untuk membuktikan kinerja perusahaan, paling tidak 5 tahun. Tetapi sudah ada laporan semester pertama di tahun 2017 hasilnya menunjukkan bahwa perkembangan di tahun 2017 sangat bagus. Jadi, data selama 4 tahun ditambah data baru di semester pertama tahun 2017 cukup membuktikan bagaimana kinerja MBAP.


Pertumbuhan laba dan penjualan MBAP cukup bagus. Penjualan tumbuh sebesar 12,8% per tahun dan Laba bertumbuh 66,3% per tahun, lebih baik dibandingkan pertumbuhan penjualannya. Tingkat konsistensi pertumbuhan laba perusahaan sebesar 72,9%. Terjadi penurunan laba di tahun 2016 karena memang kondisi yang tidak bagus untuk industri tambang batubara karena turunnya Harga Batubara Acuan (HBA). Tetapi MBAP masih bisa mempertahankan laba tidak turun terlalu drastis dan masih meningkatkan efisiensinya.

Laba yang bertumbuh lebih baik dari pertumbuhan penjualannya menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dan marjin perusahaan. Bisa kita lihat, marjin kotor perusahaan selalu meningkat setiap tahun. Bahkan di tahun 2016, di saat kondisi sedang memburuk perusahaan bisa meingkatkan marjin kotornya dan mempertahankan laba tidak turun drastis, marjin bersihnya turun tidak terlalu banyak, sekitar 1%.

Tingkat pengembalian terhadap modal atau Return on Equity (ROE) MBAP juga cukup bagus. Bahkan MBAP mampu mencapai tingkat ROE sebesar 57%. Tentunya ini angka yang fantastis. Namun perlu diperhatikan juga bagaimana konsistensi dari ROE ini. ROE MBAP fluktuasinya cukup tinggi, mengingat pertumbuhan labanya juga tinggi selama tahun 2013 - 2015, lalu turun di tahun 2016 dan ROE juga menurun. Tetapi di tahun 2016 pun ROE-nya masih termasuk tinggi sebesar 32,8%. Ini menunjukkan bahwa MBAP ini memiliki tingkat keuntungan atau profitabilitas yang tinggi. Ini yang membuat saya tertarik untuk membeli MBAP terlepas dari kriteria Warren Buffet soal menghindari saham komoditas.

Lalu kita lihat dari posisi keuangannya.


MBAP memiliki Aset Lancar yang banyak, 3,19 kali lipat dari Liabilitas/Hutang Jangka Pendek. Ini menandakan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih sehat dan mampu untuk menjalankan kegiatan operasionalnya dengan efektif.

Sedangkan Hutangnya pun sedikit, hanya 26% dari jumlah Modal/Ekuitas. Menandakan bahwa perusahaan masih sehat dan aman dari risiko terhadap hutang. Hutangnya kebanyakan adalah Hutang Jangka Pendek. Hutang Jangka Panjangnya hanya sedikit.

Lalu kita lihat dari sisi arus kas perusahaan.


Arus Kas Operasi MBAP sejak 2013 selalu positif dan mengikuti laba bersih perusahaan. Ini menandakan bahwa perusahaan benar - benar menerima uang dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan, yang selanjutnya laba tersebut dapat digunakan untuk kelancaran operasional perusahaan dan ekspansi perusahaan ke depannya.

Dan di sini bisa kita lihat, Arus Kas Untuk Investasi atau Belanja Modal perusahaan tidaklah besar, belanja modal terbesar ada di tahun 2013, selanjutnya belanja modal tidak terlalu besar. Ini menandakan bahwa perusahaan tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk mengembangkan perusahaannya. Menandakan bagaimana efektivitas dari bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.

Dan dari sisi Arus Kas Pendanaan, perusahaan menambah sedikit hutang di tahun 2013 dan 2014. Selanjutnya perusahaan membayar hutan - hutang perusahaan di tahun 2015 dan 2016. Ini menandakan bahwa perusahaan semakin aman dari ancaman terlilit hutang. Dan masih besar kesempatan perusahaan untuk menambah hutang apabila diperlukan dana yang besar untuk berekspansi.

Perkembangan di tahun 2017
Pada semester pertama di tahun 2017, laba bersih MBAP meningkat tajam, jika disetahunkan akan menghasilkan EPS sebesar USD 0,0559,- per saham atau Rp. 743,- per saham. Dan harga saham saat ini sekitar Rp. 2.380,- per saham dibagi dengan EPS disetahunkan tersebut akan menghasilkan PER hanya sebesar 3,2. Ini adalah PER yang sangat kecil dan menunjukkan bahwa harga saham MBAP ini masih undervalued. Walaupun rasio Harga dibanding Nilai buku/Ekuitas perusahaan sebesar 1,87 tidak termasuk dalam kategori murah. Tapi PBV yang tinggi ini wajar karena memang ROE perusahaan yang tinggi.


Sementara profitabilitas di tahun 2017 juga meningkat, dengan laba disetahunkan, marjin kotor sebesar 50,33%, marjin bersih sebesar 27,49%, dan ROE sebesar 59,48%. Angka - angka tersebut merupakan angka yang fantastis. Ini merupakan masa - masa terbaik perusahaan dan bisa jadi ke depannya tidak sebagus ini. Mungkin waktu yang lebih baik untuk membeli saham adalah pada saat terburuk atau pada saat - saat normal perusahaan. Tetapi kita tidak tahu apa dan bagaimana yang akan terjadi di masa depan. Untuk saat ini, saya masih merasa yakin untuk membeli saham MBAP di harga sekarang sampai pada level harga tertentu.

Dividen
Perusahaan mulai membagikan dividen sejak tahun 2014. Pada tahun 2016 perusahaan membagikan laba sebesar 45% dari modal. Dan pada tanggal 28 September 2017 kemarin saya menerima dividen dari MBAP sebesar Rp. 182,- per saham dan ini hanya dividen interim bukan dividen final yang artinya masih ada pembagian dividen lagi nanti untuk tahun buku 2017 ini. Hanya dividen interim tapi tingkat imbal hasil atau yield dari dividen interim tersebut sudah mencapai sekitar 8%. Untuk ukuran dividend yield itu merupakan yield yang sangat tinggi di atas rata - rata yield dividen saham lain yang berkisar antara 2% - 3%. Saya merasa beruntung karena sudah mulai melirik dan membeli saham ini sebelum pembagian dividen interim tersebut, sehingga saya masih sempat ikut merasakan keuntungan dari pembagian dividen.

Valuasi
Valuasi MBAP menjadi satu hal yang juga sangat menarik yang membuat saya ingin membeli saham ini. Karena memang valuasi merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam value investing. Sebuah saham akan semakin menarik jika harganya lebih rendah dari harga wajarnya. Dan seperti inilah valuasi saham MBAP.


Dengan valuasi Discounted Cash Flow pada asumsi normal, dengan EPS sebesar Rp. 335,- per saham, harga wajar perusahaan yaitu sebesar Rp. 4.721,- per saham. Dan asumsi pesimis yang digunakan menggunakan EPS tahun 2016 sebesar Rp. 294,- per saham menghasilkan harga wajar sebesar Rp. 2.465,- per saham. Lalu, jika menggunakan EPS tahun 2017 disetahunkan maka EPS-nya sebesar Rp. 700,- namun saya kurangi sedikit estimasi EPS disetahunkannya menjadi Rp. 536,- per saham dan harga wajarnya sebesar Rp. 7.051,- yang memberikan potensi keuntungan sebesar hampir 200%. Metode lain menunjukkan hal yang sama bahwa MBAP ini termasuk saham yang memiliki Margin of Safety (MoS) yang tinggi.

Sedangkan dari perhitungan Valuasi J. B. Farewell atau Clean Surplus Accounting menunjukkan potensi keuntungan 304% dalam 5 tahun dan 1.072% dalam 10 tahun. Target tersebut bisa tercapai apabila syarat - syarat ROE, laba ditahan, dan PER terpenuhi.

Rumus sakti
Saya menghitung rumus sakti dari laporan keuangan tahun 2016. Hasilnya Earning's Yield (EY) sebesar 15% dan Return on Capital (ROC) sebesar 39%. EY tersebut menunjukkan bahwa harga saham MBAP masih termasuk murah dan ROC tersebut menunjukkan bahwa MBAP menjalankan bisnis dengan tingkat keuntungan yang tinggi. Rasio keduanya menempatkan MBAP pada posisi teratas saham - saham yang saya pantau dan menunjukkan bahwa saham MBAP berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Kesimpulan
  1. Bisnis komoditas tidak memiliki moat yang bagus, tetapi sekilas MBAP terlihat lebih bagus dibandingkan perusahaan sejenis.
  2. Manajemen MBAP memiliki Visi yang bagus berkomitmen pada energi terbarukan. Strategi perusahaan yang fokus pada cost efficiency juga sangat bagus untuk diterapkan pada bisnis komoditas. Dan langkah MBAP untuk diversifikasi pada energi terbarukan merupakan langkah yang bagus.
  3. MBAP memiliki profitabilitas yang tinggi dan efisiensi yang selalu meningkat setiap tahun. Hutang sedikit, likuiditas yang baik, dan arus kas yang lancar menunjukkan bahwa perusahaan masih sehat dan memiliki poisi keuangan yang kuat.
  4. Pertumbuhan laba di tahun 2017 sangat fantastis, perusahaan mecapai kinerja terbaiknya saat ini. Walaupun ke depannya belum tentu sebagus ini, tetapi pertumbuhan saat ini menunjukkan kinerja perusahaan yang baik.
  5. Perusahaan membagikan dividen dengan yield atau imbal hasil tinggi yaitu  sekitar 8%. Bahkan itu hanya dividen interim bukan dividen final.
  6. Semua metode valuasi menunjukkan bahwa harga saham MBAP saat ini masih undervalued dan memiliki MoS yang cukup tinggi.
  7. Rumus sakti menunjukkan bahwa saham MBAP ini memiliki tingkat teratas dari saham yang saya pantau sehingga layak untuk dibeli.
Cukup sekian untuk artikel Analisa Fundamental kali ini. Semoga bisa menjadi referensi dalam keputusan investasi anda, namun bukan menjadi acuan utama, keputusan sepenuhnya berada di tangan masing - masing investor. Silahkan sampaikan komentar pada kolom komentar di bawah atau hubungi kontak saya yang berada di pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.

Selasa, 26 September 2017

Analisa Fundamental PT. Colorpak Indonesia, Tbk.


Sesuai permintaan dari salah seorang pembaca beberapa waktu yang lalu, saya akan membahas saham PT. Colorpak Indonesia, Tbk. (CLPI). Pada tulisan sebelumnya tentang Portofolio Saya, saham CLPI merupakan salah satu saham pilihan yang masuk di porto saya. Tetapi saat ini sudah saya jual karena saya membeli KBLI yang waktu itu harganya turun dan membuat saya tertarik untuk membeli lagi KBLI. Mungkin ke depannya saya akan melakukan buyback pada saham CLPI.

Apakah saham CLPI ini memiliki fundamental yang bagus? Apakah saham ini layak untuk masuk ke dalam portofolio atau tidak? Mari kita bahas bagaimana Analisa Fundamental CLPI ini. Untuk informasi lengkap mengenai CLPI silahkan kunjungi Website CLPI.



Model bisnis : produsen tinta cetak
CLPI ini bergerak di bidang manufaktur tinta cetak. Mereka memproduksi tinta cetak, pelapis, perekat, dan perdagangan perlengkapan cetak lainnya seperti BOP Film dan PET Film. Pada dasarnya perusahaan ini memproduksi tinta untuk perlengkapan percetakan dan pengemasan. Jadi CLPI berkaitan dengan industri grafika. Kemasan makanan dan kemasan - kemasan lainnya membutuhkan produk tinta cetak dari CLPI untuk pewarnaan pada kemasan.


Bisa kita lihat bahwa banyak produk yang membutuhkan warna dalam kemasannya. Dan CLPI merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri tinta cetak yang menyediakan kebutuhan tinta untuk kemasan tersebut. Bisa dibilang bisnis CLPI ini selalu dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Karena tentu perusahaan ingin membuat kemasan yang bagus dan berwarna pada produknya agar produk tersebut dapat menarik minat konsumen untuk membeli produknya. Contoh, sebuah produk biskuit ingin dikemas dengan desain yang semenarik mungkin. Karena kita pastinya juga melihat bagaimana kemasan suatu produk sebelum membelinya, kita cenderung memilih produk dengan kemasan yang menarik. Nah, salah satu aspek desain dari kemasan tersebut adalah warna. Dan produsen biskuit tersebut membutuhkan tinta cetak dari CLPI untuk memberi warna yang menarik pada kemasan biskuit tersebut. Jadi, bisa dibilang model bisnis CLPI ini cenderung stabil dan banyak dibutuhkan dalam percetakan.

Tapi bagaimana posisi CLPI terhadap pesaingnya? Apakah CLPI memiliki keunggulan kompetitif yang dapat membuat bisnisnya terus bertahan dan berkembang dibandingkan dengan pesaingnya? Untuk perusahaan publik, CLPI ini satu - satunya perusahaan produsen tinta cetak yang sahamnya tercatat di bursa efek. Tapi mungkin banyak juga perusahaan produsen tinta cetak yang sahamya tidak tercatat di bursa efek. Saya tidak tahu bagaimana kondisi perusahaan pesaing CLPI. Tapi CLPI sendiri memiliki kapasitas produksi 15 sampai 20 ton per hari yang mewakili 10% dari pangsa pasar domestik. Penjualannya meliputi Pulau Jawa dan Sumatra untuk pasar domestik. Dan untuk pasar internasional, penjualan CLPI mencapai China dan Australia.


Bisnis CLPI ini memang bisnis yang pertumbuhannya tidak terlalu fantastis. Namun bisnis ini stabil dan cenderung bertumbuh beriringan dengan pertumbuhan perusahan - perusahaan yang membutuhkan tinta cetak. Dan kaitannya dengan persaingan, CLPI mungkin tidak memiliki kekuatan yang istimewa dari produk atau mereknya. Perusahaan yang membutuhkan tinta cetak tidak selalu datang ke CLPI untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi salah satu nilai tambah dari CLPI adalah mereka memiliki riset dan pengembangan yang bagus. Mereka terus melakukan riset untuk meningkatkan kualitas produknya. Dan juga posisi CLPI yang sudah lama berpengalaman di industri ini sejak tahun 1988. Bisa dibilang CLPI memiliki pelanggan setia karena kualitas produk CLPI selalu meningkat dan pelanggan percaya dengan CLPI yang sudah berpengalaman di industri ini.

Manajemen
Manajemen CLPI memiliki reputasi dan kompetensi yang baik. Komisaris Utama, Bapak Winardi Pranatajaya menjabat pada posisi tersebut sejak 1998. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Bumimulia Indah Lestari, PT Colorpak Flexible Indonesia dan PT Securindo Packtama Indonesia. Serta sebagai Presiden Direktur di PT Bukit Jaya Semesta. Beliau mendapatkan gelar MBA dari University of New South Wales, Australia. Dan Presiden Direktur CLPI adalah Bapak Santoso Jiemy yang menjabat sejak tahun 2001. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Colorpak Flexible Indonesia sejak bulan Mei 2010. Sebelumnya beliau bekerja sebagai System Engineer di PT Metrodata Indonesia. Beliau mendapatkan gelar Master of Science di bidang Electrical Engineering dari University of Missouri, Columbia, Amerika Serikat.


Perusahaan memiliki Visi menjadi perusahaan manufaktur tinta cetak fleksibel yang terkemuka di Indonesia dan secara regional di Asia-Pasifik, dengan memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder. Ini merupakan visi yang bagus. Jelas, spesifik dan cukup ambisius menargetkan tidak hanya pasar Indonesia, tetapi juga pasar Asia-Pasifik. Dan memberi nilai tambah kepada seluruh stkeholder, ini berarti perusahaan tidak hanya mementingkan manajemen dan karyawan saja, tetapi juga mementingkan kepuasan pelanggan, investor, pemerintah, dan semua pihak yang terkait. Walaupun hal tersebut hanya saya baca sekilas dari laporan tahunan dan belum melihat secara langsung, tetapi itu adalah hal positif dari manajemen yang bisa kita percaya dapat memajukan perusahaan.


Saya juga melihat bahwa perusahaan memiliki prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Prinsip ini merupakan prinsip yang bagus apabila diterapkan secara maksimal dan menyeluruh pada setiap aspek perusahaan. Contohnya, Jepang bisa sukses dan maju saat ini bukan karena mereka memiliki kekuatan besar atau sumber daya yang melimpah. Tetapi mereka bisa sukses karena mereka terus memegang erat prinsip continuous improvement atau kaizen dalam istilah Jepang. Terus melakukan perbaikan dan perkembangan dari hari ke hari, secara perlahan tapi pasti. Ini juga tercermin dari laporan keuangan CLPI yang akan dibahas di bagian berikutnya. Dan salah satu penerapan prinsip continuous improvement pada CLPI adalah dengan adanya riset dan pengembangan terhadap produk yang mereka produksi. Selain itu, mereka juga sedang memproses sertifikasi terbaru, yaitu sertifikasi ISO 9001:2015 dari yang tadinya ISO 9001:2008.

Kinerja perusahaan
Mari kita lihat bagaimana kinerja CLPI dari laporan keuangan selama 6 tahun terakhir.


Grafik laba CLPI terlihat berfluktuasi namun bertumbuh. Selama 6 tahun terakhir laba CLPI tumbuh rata - rata sebesar 22,9% per tahun dengan konsistensi sebesar 50%. Walaupun fluktuatif, tetapi CLPI tetap menghasilkan pertumbuhan yang bagus. Namun CLPI memiliki pertumbuhan penjualan yang tidak bagus dan cenderung stagnan.

Nah, di sini terlihat bahwa manajemen menerapkan continuous improvement pada perusahaan. Walaupun penjualan cenderung stagnan, tetapi pertumbuhan laba bersihnya cukup bagus. Ini berarti manajemen berhasil meningkatan efisiensi pada operasional perusahaan yang meningkatkan marjin perusahaan. Terlihat yang awalnya marjin kotor perusahaan hanya sebesar 7,1% dan marjin laba sebesar 4,4%. Pada tahun 2016 marjin kotor meningkat menjadi 20,4% dan marjin bersih menjadi 9,8%. Itu merupakan peningkatan marjin yang bagus dan ke depannya memungkinkan perusahaan untuk tumbuh semakin baik. ROE perusahaan pun cukup baik dan stabil, menunjukkan bahwa CLPI ini cukup profitable.

Lalu, kita lihat dari posisi keuangan.


Rasio Lancar menunjukkan angka sebesar 3,25 dan Hutang dibanding Ekuitas (DER) sebesar 0,32 yang berarti perusahaan hanya punya sedikit hutang dan keadaan keuangan perusaahan bagus dan sehat.

Dari sisi arus kas juga perusahaan memiliki arus kas yang positif dan lancar sehingga bisnis dapat terus berjalan dengan baik.

Perkembangan di tahun 2017
Penjualan CLPI menurun menjadi Rp. 300 miliyar pada Q2 2017 dibanding Rp. 364 miliyar pada Q2 tahun 2016. Laba bersih juga menurun menjadi Rp. 25 miliyar dibanding Rp. 43 miliyar di tahun sebelumnya. Kondisi keuangan masih sehat dengan rasio lancar sebesar 2,5 dan DER sebesar 0,43.

Dividen
Perusahaan selalu membagikan dividen tiap tahun dengan rata - rata 30% dari laba bersih. Imbal hasil dividen atau dividen yield CLPI juga besar. Dividen yang dibagikan kemarin sebesar Rp. 103,- per saham dibandingkan harga saham Rp. 1.000,- maka dividen yield-nya adalah sebesar 10%. Ini tingkat yang sangat tinggi dan jauh di atas dividend yield rata - rata dan juga di atas bunga deposito.

Untuk info lebih lanjut mengenai dividend hunter, teman saya juga menyediakan analisa tentang dividen. Anda bisa baca di Dividen Hunter : CLPI oleh Timothy.

Valuasi
Dan berikutnya adalah valuasi CLPI.


Pada valuasi di atas. Estimasi laba normal menggunakan hasil dari EPS semester pertama yang disetahunkan atau dikali dua. Hasilnya sebesar Rp. 166,- per saham. CLPI sendiri menargetkan laba bersih sebesar 57 miliyar rupiah atau Rp. 186 per saham. Ya perusahaan memprediksi laba akan menurun di 2017 dibanding tahun 2016. Walaupun laba diprediksi menurun, bisa kita lihat harga wajarnya masih tinggi sebesar Rp. 2.300,- dibanding harga pasar sebesar Rp. 1.000,- dan sehingga memberikan diskon lebih dari 50% atau potensi capital gain sebesar 130%. Valuasi lain juga menunjukkan hal yang sama. Harga saham CLPI termasuk dalam kategori undervalued atau lebih rendah dari harga wajarnya.

Sementara dari perhitungan Valuasi Clean Surplus, dengan rata - rata ROE sebesar 19,5%, laba ditahan 11% dan PER sebesar 4,7, estimasi harga dalam 5 tahun adalah sebesar Rp. 1.835,- atau naik 83% dan estimasi harga dalam waktu 10 tahun adalah sebesar Rp. 3.512,- atau naik sebesar 251%. Kenaikan harga tersebut terlihat kurang menarik. Namun apabila PER dapat meningkat akan memberikan kenaikan harga yang lebih tinggi lagi.


Rumus sakti
Berdasarkan perhitungan rumus sakti. Earning's Yield CLPI adalah sebesar 19,8% dan Return on Capital-nya sebesar 19,6%. Keduanya menunjukkan bahwa CLPI memiliki tingkat yang bagus dari perhitungan rumus sakti. Dan CLPI ini termasuk dalam peringkat teratas rumus sakti versi saya.

Kesimpulan.
Jadi, kesimpulannya adalah sebagai berikut.
  1. Model bisnis CLPI cukup bisa dipahami dan cenderung stabil. Dan posisi CLPI cukup bagus sebagai salah satu pemimpin pasar.
  2. Manajemen memiliki reputasi dan kompetensi yang bagus. Visi, misi dan strategi yang bagus serta prinsip continous improvement dapat memajukan perusahaan.
  3. Pertumbuhan perusahaan cukup fluktuatif, penjualan stagnan tapi laba terus meningkat karena peningkatan efisiensi. Profitabilitas cukup tinggi dan stabil. Kondisi keuangan sehat.
  4. Perusahaan mengalami penurunan di tahun 2017. Dan target perusahaan pun lebih rendah dari tahun 2016.
  5. Perusahaan selalu membagikan dividen dengan tingkat dividen yield yang tinggi.
  6. Perusahaan memiliki tingkat yang bagus berdasarkan rumus sakti.
  7. Perusahaan termasuk dalam kategori undervalued dengan diskon lebih dari 50%.
Cukup sekian untuk artikel kali ini. Walaupun saya sedang tidak memegang saham ini namun saya suka dengan CLPI terutama dari valuasinya yang murah dan juga dividen yield-nya yang tinggi. semoga bermanfaat dan silahkan berikan komentar pada kolom komentar atau bisa hubungi kontak saya pada pojok kanan atas blog ini.

Terima kasih.

Senin, 18 September 2017

Analisa Fundamental PT. Waskita Beton Precast, Tbk.


Kemarin kita sudah membahas Analisa Fundamental WSKT. Sekarang kita akan membahas anak perusahaan dari WSKT yang baru saja IPO tahun lalu, yaitu PT. Waskita Beton Precast, Tbk. (WSBP). WSBP sebagai anak perusahaan dari WSKT ibarat anak kesayangan, karena WSBP memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan WSKT.

Perlu diketahui bahwa saham - saham IPO seperti WSBP ini tidak memiliki data yang cukup untuk dianalisa karena data yang tersedia tidak sampai 5 tahun ke belakang, paling hanya 1 atau maksimal 3 tahun. Jadi agak sulit untuk mengambil kesimpulan apakah saham yang baru IPO memiliki kinerja yang bagus atau tidak. Melihat kinerja perusahaan sebaiknya dilihat dari data 10 tahun atau paling tidak 5 tahun ke belakang. Data WSBP yang saya analisa ini hanya data di tahun 2015 dan 2016 serta sedikit penjelasan tentang perkembangannya di semester pertama tahun 2017.

Untuk infomasi lengkap mengenai WSBP silahkan kunjung Website WSBP.


Model bisnis : produsen beton pracetak/precast dan siap campur/ready mix
Kita tahu bahwa model bisnis konstruksi bangunan ini adalah bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Dan kemarin sudah dibahas soal model bisnis WSKT yang merupakan induk perusahaan dari WSBP. Selain keuntungan yang besar, mereka juga memiliki permasalahan soal pendanaan yang tersendat. Tentunya WSPB sebagai penyokong bisnis dari WSKT juga ikut mengalami persoalan yang sama.

Proyek - proyek yang dikerjakan oleh WSKT itu kebanyakan menggunakan beton dan WSBP ini menjadi penyokong kebutuhan beton pracetak untuk proyek - proyek yang dikerjakan WSKT. Berarti bisa dibilang kelangsungan bisnis WSBP itu tergantung seberapa banyak proyek yang dikerjakan WSKT. Dan kita tahu bahwa WSKT sedang banyak mendapatkan proyek pembangunan dari pemerintah dan ini juga menguntungkan WSBP. Selain keuntungan yang didapat, persoalan yang dihadapi WSKT juga ikut dihadapi oleh WSBP. Jika WSKT tidak bisa menyelesaikan masalah pendanaan, maka arus kas yang masuk ke WSBP juga tersendat.


Kalo dilihat dari produknya sendiri, beton pracetak ini adalah sebuah produk yang lebih bagus dari beton biasa, karena proses konstruksi akan lebih cepat selesai dengan menggunakan beton pracetak. Dan beton pracetak ini masih belum banyak digunakan di Indonesia, dan ke depannya beton pracetak ini akan lebih banyak lagi digunakan pada konstruksi bangunan di Indonesia. Ini menjadi hal yang bagus untuk WSBP, ke depannya potensi pertumbuhan WSBP akan sangat bagus.

WSBP juga memiliki posisi yang kuat dalam persaingan di bisnis beton pracetak. Kapasitas produksi WSBP tiap tahun selalu meningkat dan pada Desember 2016 kapasitas produksinya sudah mencapai 2,65 juta ton per tahun. Dan sekarang kapasitas produksi masih terus ditambah. Tentunya ini menjadi hal yang bagus, mengingat pembangunan yang ke depannya akan semakin membutuhkan beton pracetak, posisi WSBP akan semakin kuat dalam industri ini.

Manajemen
Yang menarik tentang manajemen perusahaan WSBP adalah manajemen memiliki saham WSBP. Jajaran Komisaris dan Direksi WSBP mempunyai kepemilikan saham WSBP. Berdasarkan data dari Laporan Tahunan 2016 WSBP, seperti ini jumlah kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris WSBP.


Dan berdasarkan data Laporan Bulanan Perubahan Struktur Pemegang Saham WSBP tanggal 31 Agustus 2017, seperti ini.


Bisa dilihat dari data di atas, Komisaris WSBP, Bapak Agus Sugiono memiliki jumlah saham yang cukup banyak. 15,8 juta lembar saham jika dikali dengan harga saham sekitar Rp. 450,- per saham (saya tidak tahu pasti beliau beli di harga berapa) berarti sekitar 7 miliyar Rupiah Pak Agus Sugiono berinvestasi pada perusahaannya sendiri. Ini jumlah yang besar untuk sebuah investasi, dan tentunya jumlah investasi sebesar itu bukan sebuah investasi yang asal - asalan, keputusan investasi yang beliau buat tentu berdasarkan pemikiran dan analisa yang mendalam.

Selain Direksi dan Komisaris WSBP, Direktur Utama WSKT, M. Choliq juga memilki saham WSBP. Seperti yang diberitakan oleh Bisnis.com (21/6/2017), M. Choliq menambah kepemilikan sahamnya di WSBP menjadi 31,5 juta lembar saham. Ini juga kepemilikan yang besar, dua kali lipat dari Pak Agus Sugiono.

Dengan manajemen memiliki saham perusahaannya sendiri, artinya mereka memiliki keyakinan yang tinggi terhadap perusahaannya. Mereka pun cenderung mempunyai tanggung jawab yang lebih dan mengeluarkan usaha lebih karena mereka memiliki saham perusahaannya. Kalo mereka tidak bisa memajukan perusahaan, mereka sendiri yang rugi karena dampaknya juga kembali ke mereka sebagai pemegang saham perusahaannya sendiri. Mereka akan berusaha memajukan perusahaan dan sebagai hasilnya, mereka juga mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki tersebut.


Lalu, bagaimana profil dari manajemen WSBP? Komisari Utama perusahaan, Tunggul Rajagukguk menjabat sejak tahun 2014 dan juga menjabat sebagai Direktur Keuangan WSKT sejak tahun 2011. Sebelumnya menjabat posisi manajemen tingkat atas di beberapa perusahaan. Beliau memiliki gelar Sarjana Teknik dan Magister Manajemen dari Universitas Indonesia. Direktur Utama, Jarot Subana menjabat sejak tahun 2016 dan merangkap sebagai Direktur Pemasaran. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik dan Operasional (2013 - 2015), Kepala Divisi Precast Waskita (2013 - 2014), dan Kepala Bagian Pengendalian Divisi Sipil Waskita (2008 - 2013). Beliau memiliki gelar D3 UGM Jogja dan Sarjana Teknik Universitas Yos Sudarso Surabaya.

WSBP memiliki setifikasi OHSAS 18001:2007, rekomendasi SMK3 dari Kementrian Ketenagakerjaan, sertifikasi ISO 9001:2008, dan penghargaan Besti Mid Cap Equity Deal atas kesuksesan IPO di tahun 2016.

Kepemilikan saham oleh manajemen merupakan hal yang bagus, menandakan bahwa manajemen memiliki komitmen lebih besar untuk memajukan perusahaannya. Tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi patokan utama dalam memilih saham. Karena bagaimana pun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini pun WSKT dan WSBP sedang mengalami persoalan pendanaan, entah itu masalah tersebut hanya sementara atau tidak, yang jelas kualitas manajemen bisa dilihat dari bagaimana mereka mengatasi persoalan tersebut. Analisa secara keseluruhan harus tetap diperhatikan agar keputusan investasi yang kita buat memang benar menguntungkan dan tidak membawa penyesalan di masa depan.

Kinerja perusahaan
Dan untuk melengkapi analisa sebelumnya, berikut adalah kinerja perusahaan yang dilihat dari laporan keuangan perusahaan. WSBP baru IPO tahun 2016, jadi data yang tersedia hanya tahun 2015 dan 2016.


Dari sisi pertumbuhan, kita belum bisa menilai apakah WSBP memiliki pertumbuhan yang bagus dan konsisten karena data keuangan yang tersedia tidak cukup. Untuk menilai hal ini, kita bisa lihat dari model bisnis dan manajemen perusahaan.

Dari sisi profitabilitas, bisa dilihat Marjin Laba Bersih WSBP lumayan tinggi sebesar 13,5%. Dan Laba dibanding Ekuitas perusahaan (ROE) WSBP pun juga cukup tinggi di atas 10%, namun tidak terlalu tinggi karena masih di bawah 20%. Tapi ROE sebesar 14,5% itu sudah lumayan memenuhi kriteria.


Dari sisi likuiditas, WSBP memiliki Aset Lancar dibanding Liabilitas Lancar (Rasio Lancar) yang cukup bagus sebesar 1,71, walaupun angka tersebut masih dibawah 2, tetapi itu masih dalam kondisi yang bagus. Rasio sejenis juga menunjukkan hal yang sama.

Dan dilihat dari hutangnya, WSBP memiliki Hutang dibanding Ekutas (DER) yang masih wajar di bawah 1, sebesar 0,85 yang artinya Hutang perusahaan tidak lebih besar dari Modal/Ekuitas perusahaan.


Dilihat dari Arus Kas, WSBP terlihat memiliki Arus Kas Operasi yang negatif. Ini persoalan utama yang dihadapi WSBP. Semoga saja masalah ini hanya sementara, kalo masalah pembayaran dari pemerintah atau pihak pelanggan yang lain tertunda dalam waktu yang lama, ini akan menyulitkan WSBP untuk berkembang.

Dari Arus Kas Pendanaan, WSBP terlihat menerima hutang dalam jumlah yang besar. Bertambahnya hutang perusahaan bisa menjadi leverage atau daya ungkit yang dapat membantu memajukan perusahaan. Tetapi juga hal tersebut bisa menjadi beban apabila perusahaan memiliki hutang yang berlebihan.

Perkembangan di tahun 2017
Pada semester awal tahun 2017, WSBP mengalami peningkata laba bersih yang jika disetahunkan, Laba per Saham (EPS) WSBP adalah sebesar Rp. 33,- per saham atau meningkat sebesar 37% dari EPS tahun lalu yang sebesar Rp. 24,- per saham. Marjin Laba Bersih meningkat menjadi 16,35% namun ROE turun menjadi 11,59%. Hutang perusahaan masih pada batas wajar sebesar 89% dari Ekuitas. Dan Rasio Lancar perusahaan terlihat membaik, Aset Lancar perusahaan meningkat menjadi 2 kali dari Liabilitas Lancar. Dari sisi Arus Kas, WSBP masih memiliki Arus Kas Operasi yang negatif. Bisa dibilang, kondisi keuangan WSBP cukup sehat, namun belum terlalu fit.

Pembagian dividen
WSBP pertama kali membagikan dividen untuk tahun buku 2016 sebesar Rp. 12,04 per saham atau sebesar 50% dari laba bersih. Dividen tersebut memiliki tingkat imbal hasil (dividen yield) sekitar 3% dari harga saham. Dividen yang dibagikan oleh WSBP termasuk tinggi, sama seperti WSKT, di tengah kebutuhan perusahaan dalam berekspansi, perusahaan justru membagikan dividen yang tinggi kepada pemegang saham.

Valuasi
Lalu mari kita lihat apakah harga saham WSBP termasuk undervalued atau overvalued.


Dengan metode DCF, menggunakan asumsi normal, WSBP di harga sekitar Rp. 380,- per saham berada pada harga wajarnya. Namun dengan menggunakan asumsi optimis, harga saham WSBP saat ini sedang terdiskon cukup bagus. Formula Graham juga menunjukkan bahwa harga saham WSBP masih murah, begitu juga dari Rasio Harga Saham dibanding Pertumbuhan perusahaan (PEG) menunjukkan angka 0,68 yang masih dibawah angka 1.

Lalu, dengan valuasi Clean Surplus, WSBP memiliki potensi pertumbuhan harga saham yang baik. Dengan asumsi normal, harga saham WSBP berpotensi naik 354% dalam 5 tahun, dan 725% dalam 10 tahun. Dan berpotensi menjadi saham tenbagger atau harganya naik 1000% dengan menggunakan asumsi optimis.

Rumus sakti
Dari perhitungan rumus sakti, WSBP terlihat kurang menarik. Earning's Yield hanya sebesar 6%, masih di bawah bunga deposito dan Return on Capital (ROC) sebesar 11,5%. WSBP termasuk dalam kelompok bawah dari peringkat berdasarkan rumus sakti dari saham - saham yang sudah saya analisa.

Kesimpulan
Jadi, kesimpulannya adalah sebagai berikut.

  1. Model bisnis prospektif dan mengungtungkan. Produknya bagus dan posisi kuat terhadap pesaing. Terintegrasi dengan WSKT sebagai induk usahanya.
  2. Kepemilikan saham oleh manajemen merupakan pertanda bagus namun bukan patokan utama. Memiliki sertifikasi dan penghargaan yang bagus.
  3. Profitabilitas cukup tinggi, hutang masih wajar, likuiditas cukup baik, kondisi arus kas yang masih negatif.
  4. Perusahaan membagikan dividen yang tinggi di tengah ekspansi perusahaan.
  5. Harga saham WSBP termasuk dalam kategori cukup murah.
  6. WSBP kurang menarik jika dilihat dari rumus sakti.
Cukup sekian artikel kali ini. Saran dari saya, sebaiknya segala berita dan informasi yang tersedia di berbagai sumber, harus kita pastikan dulu kebenarannya. Analisa siapapun, termasuk analisa dari saya juga jangan ditelan mentah - mentah. Sebagai investor cerdas, kita memiliki kemampuan unik masing - masing yang kita miliki dalam berinvestasi. Percayalah pada diri sendiri, bahkan jika semua orang berkata bahwa anda salah, belum tentu anda salah, bisa jadi justru anda yang benar. Lebih baik membuat keputusan berdasarkan pemikiran dan analisa sendiri, daripada bergantung pada pemikiran dan analisa orang lain.

Semoga bermanfaat. Silahkan isi kolom komentar di bawah atau hubungi kontak di pojok kanan atas jika ingin menyampaikan komentar.

Terima kasih.